“Berbagi Kesehatan jiwa itu tidak menunjukkan kelemahan dan identik dengan orang gila, itu yang harus dihapus, bahwa berhubungan psikolog, berhubungan dengan psikiater, berhubungan konselor adalah dalam rangka melakukan upaya promotif, preventif agar jangan menjadi orang dengan gangguan jiwa,” tegasnya.
Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk sadar bahwa jiwa adalah bagian integral, budayakan untuk segera mencari pertolongan mental sebagai upaya promotif preventif kesehatan jiwa. Untuk gejala fisik masyarakat sudah semakin sadar, tetapi belum untuk kesehatan jiwa.
Dan puskesmas merupakan tempat yang tepat dijadikan upaya preventif promotif terhadap kesehatan jiwa sebelum terlambat, karena kalau sudah masuk RSJ itu sudah terlambat.
“Menuju ke arah sana keluarga harus memahami bagaimana memberikan bekal kepada anggota ekluarganya, kalau orang tua bekali dengan parenting skill, setiap anak belajar bagaimana tumbuh kembang sebagai anak yang tangguh, remaja yang tangguh, kkarakter yang tanggunh menjadi orang bisa menjalankan apa yang menjadi potensinya sesuai anugrah Tuhan. Karena masing-masing kita punya kecerdasan yang berbeda,” tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.