Keputusan Jamaah An-Nadzir, kata Samir, juga dikuatkan melalui pengamatan terhadap sempurnanya purnama. Dia menjelaskan, pemantauan bulan tahap pertama dilihat pada purnama bulan.
"Purnama itu kan pada 14, 15, 16. Di situ kita menemukannya. Ada semua tanda-tandanya," ujarnya.
Tahap terakhir katanya, jamaah atau tim tujuh melakukan pengamatan terhadap tanda-tanda atau fenomena alam, seperti angin, kilat, dan pasang air.
Jamaah An-Nadzir diketahui adalah kelompok organisasi Islam yang memiliki perkampungan di Jalan STPP Gowa, Romang Lompoa, Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Dari tinjauan Bahasa Arab, An-Nadzir memiliki makna pemberi peringatan, bukan hanya pengikutnya melainkan juga masyarakat umum.
Para Jamaah An-Nadzir sendiri memiliki pakaian khas berwarna hitam. Laki-laki memakai celak, sementara perempuan menggunakan cadar penutup muka dan jilbab besar. Ciri khas yang dimiliki jamaah An-Nadzir untuk mengikuti ajaran Rasulullah yaitu memanjangkan rambut dan berwarna pirang.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.