3 Pekerja Hiburan Malam yang Unjuk Rasa Reaktif Covid-19

CDB Yudistira, Okezone · Senin 03 Agustus 2020 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 525 2256353 3-pekerja-hiburan-malam-yang-unjuk-rasa-reaktif-covid-19-vWFlXx7nIu.jpeg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BANDUNG - Sebanyak tiga orang peserta unjuk rasa yang merupakan pekerja tempat hiburan malam dinyatakan reaktif Covid-19 setelah Pemprov Jawa Barat melakukan rapid tes, Senin (3/8/2029). Mereka akan ditindaklanjuti dengan swab test.

Menurut Koordinator Sub Divisi Pengawasan Massa dan Penegakan Aturan Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Dedi Taufik, rapid test merupakan langkah antisipasi penyebaran virus, karena aksi unjuk rasa tersebut melibatkan banyak orang.

“Sebanyak 48 orang perwakilan massa dari Perkumpulan Penggiat Pariwisata Bandung (P3B) dilakukan pemeriksaan Rapid Test oleh Dinkes Provinsi Jawa Barat dan dinyatakan 3 orang perwakilan reaktif corona,” ujarnya saat dihubungi.

Dedi menambahkan, rapid test dilakukan sebelum perwakilan dari massa aksi melakukan audiensi dengan sejumlah pejabat instansi terkait. “Rapid tes ini kan early warning. Kami minta mereka bersedia dicek sebelum audiensi tatap muka. Akhirnya, audiensi diikuti oleh lima orang perwakilan. Nanti yang reaktif akan ditindaklanjuti dengan swab test. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” kata dia.

Sebelumnya, peserta unjuk rasa yang diikuti sekira 500 orang ini ingin sektor usaha hiburan bisa kembali beroperasi karena banyak di antara mereka tidak berpenghasilan. Mereka meminta Pemkot Bandung memberikan izin buka tempat hiburan malam, sekaligus menyatakan kesiapan bekerja dengan mengikuti ketentuan protokol kesehatan.

Baca Juga : Pekerja Hiburan Malam : Kami Janda, Butuh Biaya!

Baca Juga : 18 Tenaga Medis RSUD 45 Kuningan Positif Virus Corona

Sementara itu, Dedi menjelaskan, pemerintah baru bisa melakukan pembukaan destinasi wisata harus secara bertahap sesuai protokol kesehatan, ada banyak yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.

“Kami tampung aspirasi mereka. Karena kami juga mengerti dampak yang dirasakan para pelaku usaha dan pekerja di sektor pariwisata. Tapi, semua kondisi butuh dipertimbangkan,” tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini