3 Siswa Menghadapi Maut Mencari Sinyal demi Tugas Sekolah

Bambang Sugiarto, iNews · Selasa 04 Agustus 2020 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 519 2256735 3-siswa-menghadapi-maut-mencari-sinyal-demi-tugas-sekolah-h1fFXmN4JV.jpg Tiga siswa SMPN 7 Jember harus lari ke wilayah lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal/Foto: Bambang Sugiarto

JEMBER - Kegigihan tiga siswa SMPN 7 Jember dalam menuntut ilmu patut meraih apresiasi. Mereka harus menysuri medan berbahaya agar bisa mengerjakan tugas sekolah secara daring.

Andika, Mohamad Doni dan Vina rela menyusuri sungai, naik turun gunung dan lembah agar bisa berada di atas batu hanya untuk mencari sinyal. Kadang kala sang guru menemani siswa kelas 7 ini untuk memastikan tugas sekolah sampai ke tangan siswa.

Ketiga siswa tersebut memang tidak bisa mengerjakan tugas sekolah di rumahnya, wilayah Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember, jawa Timur. Saat ada tugas sekolah, ketiganya langsung lari ke sungai, pegunungan atau ke terasering sawah untuk mencari sinyal.

Baca juga: Sempat Menangis, Siswa Ini ke Sekolah Sendiri karena Tak Punya Handphone

Menyaksikan beratnya rintangan ketiga siswa itu, beberapa guru secara bergantian mengawalnya sekaligus memastikan tugas tersebut selesai dikerjakan. Para guru dengan telaten mengikuti siswa tersebut hingga benar-benar mendapatkan sinyal yang baik.

Sekolah Maut

Kadang kala, mereka kerap terjatuh lantaran jalanan licin. Namum, kondisi bahaya tersebut tidak menyurutkan semangat ketiganya agar pelajaran sekolah tidak tertinggal.

Baca juga: Tidak Punya Ponsel, Guru Ini Ajak Muridnya Belajar di Sawah

Posisi belajar siswa sering berpindah. Jika di tengah sungai sinyal mulai redup, mereka segera bergegas menuju gunung dengan berjalan kaki. Ketika sudah menemukan sinyal, mereka membuka ponsel untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Pada saat bersamaan, sang guru memberikan arahan dan membuka kesempatan bertanya jika siswa tidak mengerti atau belum paham terkait soal yang di kirim lewat daring.

Usai mengerjakan tugas sekolah, Andika, Doni dan Vina menyusuri terasering mirip di kawasan Ubud, Bali untuk pulang ke rumah masing masing.

"Harapannya, saya ingin sekolah seperti dulu. Lelah juga kalau seperti ini terus," kata Doni, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Berbekal Internet Gratis, Puluhan Siswa Belajar di Tengah Kuburan

Selain tidak pernah bertemu teman temannya, belajar daring kadang terkendala sinyal dan quota internet yang cepat habis.

Sekolah maut 1

Kepala Sekolah SMPN 7 Jember Saiful Bahri mengaku masih mendata jumlah siswa yang terkendala internet. Sekolah boleh menggunakan dana BOS untuk pembelajaran daring.

"Dana BOS bisa untuk membeli pulsa dan quota. Anak-anak akan langsung diberi bantuan quota atau pulsa sehingga tidak kesulitan lagi dalam hal pembelajaran daring, terutama bagi yang ekonimi orang tuanya kurang mencukupi," papar Saiful.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini