Penanganan Kasus Covid-19 di Jatim Terus Membaik

Agregasi Sindonews.com, · Kamis 13 Agustus 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 519 2261544 penanganan-kasus-covid-19-di-jatim-terus-mambaik-qvkns4TZrV.jpg Gubernur Jatim Khofifah, Wali Kota Surabaya Risma dan Kapolda Jatim Fadil Imran (Foto : Sindonews)

SURABAYA - Polda Jatim menggelar Expose Publik tentang Survei Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19 Surabaya Raya di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu 12 Agustus 2020. Kegiatan tersebut untuk mengungkap perkembangan terbaru kasus Covid-19 di Jatim, utamanya di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik).

Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang juga Tim Riset Polda Jatim, Windhu Purnomo menyebut, Surabaya Raya telah berubah menjadi zona oranye.

Sementara Sidoarjo yang sebelumnya zona oranye, kini kembali merah. "Pada Rabu, Surabaya, dan Gresik, telah menjadi zona oranye. Artinya, ada kemajuan dalam penanganan Covid-19 di Jatim, khususnya Surabaya Raya," katanya.

Untuk jumlah kesembuhan di Jatim pun cukup tinggi, per Selasa 11 Agusutus 2020 mencapai 71,9 persen, lebih tinggi dibanding kesembuhan nasional sebesar 64,7 persen, dan global 64,2 persen. Saat ini, masalah Rumah Sakit di Jatim yang sempat overload, kini sudah teratasi dengan cukup baik.

"Kematian yang masih cukup tinggi di Jatim, diduga karena masih banyaknya pasien Covid-19 yang takut untuk periksa lebih dini. Sehingga datang di Rumah Sakit sudah dalam kondisi terlambat," ujar Windhu.

Baca Juga : Cair, Fahri Hamzah Ajak Jokowi-Ma'ruf Makan Nasi Kebuli

Baca Juga : Update 13 Agustus: Meningkat Tajam, 1.322 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19

Sedangkan Rate of transmision (Rt) Jatim berdasarkan onset sampai dengan 25 Juli 2020 sudah di bawah satu selama enam hari. Sementara itu, berdasarkan hasil survei, Hermawan Sulistyo dari LIPI, sebanyak 59,2 persen masyarakat percaya bahwa "Kampung Tangguh" efektif untuk menekan Covid-19.

"Saat ini, 88,1 persen masyarakat di Surabaya Raya telah memahami protokol kesehatan Covid-19, namun pemahaman lebih rinci mengenai virus ini masih kurang. Sehingga, muncul anggapan Covid-19 adalah konspirasi," terangnya.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, perwakilan Ormas dan Organisasi Kepemudaan, tokoh agama FKUB Jatim dan pimpinan media massa.

Namun, dalam kesempatan ini, baik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa maupun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak menyampaikan pernyataan maupun tanggapan apapun terkait hasil survei tersebut.

Bahkan saat dimintai tanggapan oleh awak media usai acara berlangsung, dua srikandi itu juga masih tutup mulut. Saat acara berlangsung, keduanya juga tidak duduk berdampingan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini