Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Epidemiolog: Obat Covid-19 Temuan Unair Harus Diuji Klinis WHO

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2020 |08:33 WIB
Epidemiolog: Obat Covid-19 Temuan Unair Harus Diuji Klinis WHO
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengomentari ihwal temuan obat yang diklaim bisa menyembuhkan pasien yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) hasil racikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Menurut Dicky, temuan obat itu wajib dilakukan uji klinis oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa diproduksi dan didistribusikan ke masyarakat. Oleh karenanya, proses untuk memastikan obat buatan Unair layak dan ampuh untuk pasien corona cukup panjang.

"Ini kan pandemi dan kita bagian dari WHO. Itu sebabnya WHO mengadakan solidaritas uji klinis global untuk riset obat Covid," kata Dicky saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2020).

Baca Juga: Pakar Kesehatan Sesalkan Warga Gelar Lomba 17 Agustus di Tengah Pandemi

Obat yang dinyatakan terbukti mujarab dalam menyembuhkan pasien positif corona, kata Dicky, wajib dilengkapi bukti ilmiah. Oleh karenanya, temuan obat Unair yang diklaim ampuh untuk Covid-19 tersebut juga wajib melalui serangkaian proses ilmiah.

"Jadi, ada tahapan uji klinis hampir mirip seperti vaksin. Uji lab sebagai awal, biasanya pada tahap sel. Kemudian, uji klinis tahap 1 dan 2 pada skala kecil untuk memastikan keamanan dan efektifitas," bebernya.

"Selanjutnya, tahap uji klinis ke-3 yang paling menentukan. Dan ini harus secara random dan ada kontrol dengan palsebo. Randomized clinical trials," imbuhnya.

Sekadar informasi, Unair mengklaim telah menemukan obat untuk penyakit virus corona (Covid-19). Obat baru itu merupakan hasil kombinasi dari tiga jenis obat. Di mana, di luar negeri ada tiga obat yang ampuh dan mujarab untuk diberikan kepada pasien Covid-19. Lalu, tiga jenis obat tersebut digabung atau dijadikan menjadi satu obat oleh Unair.

Baca Juga: DPR Ingin BPOM Segera Uji Kelaikan Obat Covid-19 Buatan Unair

Efektifitas obat yang ditemukan Unair diklaim lebih dari 90 persen. Selain itu, dosis yang dihasilkan juga diklaim lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal.

Pembuatan obat Covid-19 ini sudah dilakukan sejak Maret 2020. Seluruh prosedur yang dipakai telah mengikuti yang disyaratkan BPOM. Saat ini, obat tersebut hanya tinggal menunggu izin edar dari BPOM sebelum diproduksi massal.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement