Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Isi Naskah Proklamasi versi Sjahrir yang Dibacakan di Cirebon 15 Agustus 1945

Fathnur Rohman , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2020 |11:01 WIB
Misteri Isi Naskah Proklamasi versi Sjahrir yang Dibacakan di Cirebon 15 Agustus 1945
Tugu Kejaksan menjadi saksi dibacakannya teks proklamasi versi Sjahrir (foto: Fahthur Rohman/Okezone)
A
A
A

Masih Misteri

Sementara itu, Hadidjojo Nitimihardjo dalam bukunya 'Ayahku Maroeto Nitimihardjo: Mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan (2009)' mengisahkan, ketika mendengar kekalahan Jepang dari sekutu, Sjahrir memiliki keinginan agar proklamasi kemerdekaan Indonesia bisa dilaksanakan sesegara mungkin. Akan tetapi, harapannya itu justru tidak bisa terealisasikan.

Dalam buku itu juga disebutkan, karena keinginannya tidak terwujud, Sjahrir kemudian menyusun naskah proklamasi versinya sendiri. Salah satu tokoh binaannya, yakni Soedarsono lalu berinisiatif menyusun naksah dan membacakan naskah proklamasi itu. Kendati demikian, versi lain dari cerita tersebut tercatat juga pada buku ini.

Sedangkan, Sejarawan Cirebon lainnya, Mustaqim Asteja memaparkan, peristiwa pembacaan naskah proklamasi di Cirebon bisa terjadi secara spontanitas. Sehingga pada waktu itu mungkin Soedarsono menyatakan proklamasi kemerdekaan Indonesia, tanpa membaca naskah.

"Orang mengatakan (naskah proklamasi) versi Sjahrir. Tapi sulit juga. Kita tidak pernah tahu," bebernya.

Diceritakannya, ketika berita kekalahan Jepang dari Sekutu tersebar luas, terjadi gejolak perlawanan terhadap Jepang dan semangat kemerdekaan mulai menggelora di sejumlah daerah di Indonesia.

Para pemuda saat itu berharap agar kemerdekaan Indonesia bukan pemberian dari Jepang. Melainkan, masyarakat Indonedia harus merebut kemerdekaan dari tangan Jepang lewat usaha sendiri.

Para pemuda, khususnya di Cirebon, mulai berkumpul di Alun-Alun Kejaksaan untuk menunggu kabar, perihal kapan proklamasi kemerdekaan Indonesia akan diumumkan.

Selang beberapa waktu, Soedarsono beserta para pemuda di Cirebon di tanggal 15 Agustus 1945, akhirnya mengumumkan proklamasi versi mereka sendiri.

"Peristiwa 15 Agustus di Cirebon termasuk dalam upaya masyarakat Cirebon yang ingin Indonesia merdeka. Bebas dari penjajahan. Tapi tetap yang diakui adalah Proklamasi yang dibacakan Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus," ucap dia.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement