Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 Belum Digaji, RSUD Soekardjo: Belum Cair dari Kemenkes

Asep Juhariyono , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2020 |15:11 WIB
 Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 Belum Digaji, RSUD Soekardjo: Belum Cair dari Kemenkes
Aksi petugas RSUD Soekardjo (foto: iNews/Asep)
A
A
A

TASIKMALAYA - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soekardjo Kota Tasikmalaya, mengklaim bahwa dana insentif Covid-19 untuk para petugas instalasi pemulasaran jenazahnya hingga saat ini belum cair dari Kementerian Kesehatan RI.

Meskipun sebelumnya pengajuan dokumen pencairan insentif telah diajukan keseluruhan untuk tenaga medis, dan non medis termasuk bagi petugas kamar mayat. Namun, hanya anggaran yang cair dari pusat selama ini untuk insentif bagi para perawat saja, dan tidak ada alokasi pencairan buat petugas pemulsaraan jenazah Covid-19.

"Dari pusat sendiri tidak ada alokasi buat tim pemulsaraan jenazah. Namun yang cair hanya anggaran insentif untuk perawat saja," tambahnya.

 Baca juga: Curhat Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 Tertulis di APD, Upah Belum Cair 

virus corona

Deni juga mengaku selama ini belum mengetahui secara pasti berapa jumlah insentif yang akan dibayarkan untuk mereka nantinya.

Deni juga menambahkan, bahwa selama ini pihaknya terus berupaya agar dapat mencairkan dana insentif bagi para petugas pemulasaraan jenazah meski sebenarnya dari Kemenkes tak cair.

Salah satunya, dengan mencari pos alokasi anggaran lainnya yang mungkin bisa dialihkan untuk pembayaran insentif. Namun selama ini pihak manajemen rumah sakit masih kebingungan dari pos alokasi anggaran covid-19 yang mana dapat dialihkan.

"Kalau dari anggaran Pemkot Tasikmalaya untuk Covid-19 memang ada insentif yang dihitung per jenazah untuk petugas pemulasaraan jenazah di luar tim RSUD. Tapi kan selama ini hampir seluruhnya pengurusan jenazah covid-19 oleh tim dari kami. Bahkan, jenazah covid-19 yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya juga sering diprosesnya oleh tim dari kami," jelas Wakil Direktur RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, Kamis (20/8/2020).

Tapi, pihaknya akan terus berupaya memberikan intensif yang layak bagi mereka. Apalagi, mereka selama ini merupakan petugas garda terdepan yang berisiko tinggi karena langsung kontak dengan pasien Covid-19.

"Kita juga bingung kenapa dari pusat tidak ada anggaran buat mereka. Seharusnya ada sharing segera antara pemerintah pusat dengan Pemkot Tasikmalaya solusi untuk mereka," ujar dia.

Pihaknya berharap kepada Kementerian Kesehatan RI, lanjut Deni, untuk tidak membedakan dan memandang sebelah mata para petugas pemulsaraan jenazah. Mereka sejatinya adalah petugas utama selama ini dalam memerangi pandemi Covid-19 di setiap daerahnya.

"Itu sebagai bentuk kekecewaan mereka, dan saya juga memahaminya. Kita manajemen bukan hanya memprioritaskan petugas medis saja, petugas pemulasaraan jenazah juga harus diprioritaskan oleh pemerintah pusat," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement