Kadinkes Tasikmalaya Janjikan Insentif untuk Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Cair

Asep Juhariyono, iNews · Sabtu 22 Agustus 2020 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 525 2265573 kadinkes-tasikmalaya-janjikan-insentif-untuk-tim-pemulasaraan-jenazah-covid-19-cair-MVZGuiOnup.jpg Aksi tenaga medis yang tangani jenazah Covid-19 di RSUD Soekardjo (foto: iNews/Asep)

TASIKMALAYA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, langsung melakukan pertemuan dengan pihak manajemen RSUD Soekardjo guna membahas permasalahan belum dibayarnya insentif Covid-19 bagi petugas instalasi pemulasaraan jenazah.

 Baca juga: Curhat Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 Tertulis di APD, Upah Belum Cair

Hasil dari pertemuan tersebut, pihak RSUD Soekardjo menyatakan kesiapannya untuk segera memproses dan melaksanakan pembayaran insentif Covid-19 bagi petugas kamar mayat tersebut.

Uus menilai aksi kekecewaan para petugas pemulsaraan RSUD Soekardjo Tasikmalaya, dengan nada protes dengan menuliskannya memakai spidol warna hitam di pakaian hazmat-nya dinilai wajar. Terlebih, selama ini mereka juga ikut berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19 di wilayah Kota Tasikmalaya.

 Tenaga medis

Selama pandemi covid-19 mulai masuk ke Kota Tasikmalaya pada Maret 2020 lalu, mereka hingga saat ini belum menerima haknya yaitu insentifnya meski telah melaksanakan kewajibannya selama ini mengurus jenazah pasien corona.

"Mereka petugas non nakes memang selama ini yang menjadi garda terdepan. Jadi wajar saja, jika kita menjembatani pembayaran insentifnya antara pihak rumah sakit dan mereka. Alhamdulillah, permasalahan ini akan segera dapat terselesaikan dengan cara pihak rumah sakit segera membayar insentif mereka," kata Uus, Jumat (21/8/2020).

 

"Saya kemarin sudah rapat bersama pihak manajemen rumah sakit, untuk membahasa permasalahan pembayaran insentif petugas pemulasaraan jenazah, dan sudah ada solusinya. Rencananya hari Sabtu besok kembali akan dilakukan pertemua dengan pihak petugas kamar mayat yang akan dihadiri juga oleh pihak manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan, sehingga paling lambat hari Senin besok insentif sudah bisa dibayar," sambungnya.

Uus juga menambahkan, pembayaran insentif dari manajemen rumah sakit akan diambil dari pos alokasi layanan karena statusnya telah Badan Layanan Umun Daerah (BLUD). Adapun jika nantinya ada alokasi anggaran yang berasal dari Kemenkes RI untuk insentif non tenaga kesehatan setempat akan diterima langsung via rekening rumah sakit tanpa melalui Dinas Kesehatan.

"Kronologinya untuk insentif yang dari Kemenkes itu, dokumen pengajuan ke Dinkes setempat, sementara kami hanya melakukan verifikasi saja dan langsung diajukan ke Kemenkes. Adapun pencairannya tidak melalui Dinkes, tapi selama ini langsung ke rumah sakit. Kemarin kita menjembatani saja supaya insentif segera dibayarkan ke tenaga non nakes, termasuk petugas pemulasaraan jenazah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini