Belarus telah menyaksikan gelombang protes massa anti pemerintah, yang dipicu oleh hasil pemilihan presiden 9 Agustus. Pihak oposisi meyakini hasil pemilihan presiden itu kembali memenangkan Lukashenko, yang telah berkuasa di Belarusia selama 26 tahun, itu telah dipalsukan.
Sementara Lukashenko mendapatkan lebih dari 80 persen suara menurut angka resmi, para pengkritiknya menuduhnya mencurangi pemungutan suara. Krisis telah memicu demonstrasi dan pemogokan massal di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir.
Hasil pemilu juga ditentang oleh beberapa negara Barat termasuk Amerika Serikat dan kolektif Uni Eropa, yang menolak untuk menerima hasil tersebut dan mendukung protes.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.