Siswanya Tak Punya Handphone, Sekolah Ini Belajar Gunakan Handy Talky

Kismaya Wibowo, iNews · Senin 24 Agustus 2020 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 510 2266319 siswanya-tak-punya-handphone-sekolah-ini-belajar-gunakan-handy-talky-OvAKdVIotU.jpg Para siswa belajar menggunakan handy talky (Foto: iNews/Kismaya)

GUNUNGKIDUL - Terkendala siswa yang tidak memiliki handphone, sebuah sekolah di Gunungkidul Yogyakarta memilih untuk mengajar para siswanya menggunakan handy talky.

Model pembelajaran seperti itu dirasa lebih efektif serta lebih menghemat kouta internet yang sering boros selama masa pandemi.

Sering mendapatkan keluhan dari orang tua terkait tidak efektifnya belajar online dari rumah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 8 Semanu Gunungkidul memilih untuk belajar menggunakan handy talky

Pembelajaran online sebelumnya yang menggunakan grup wa dirasa tidak efektif dan sering kali menganggu para orangtua sebab anak anak belum memiliki handphone sehingga harus pinjam handphone ke orangtuanya.

Belum lagi kendala jaringan internet serta pelajaran yang tidak bisa dimengerti dengan belajar online karena kecenderungan siswa sekolah dasar yang bermain game membuat belajar online dari rumah tidak efektif.

Mengantisipasi hal tersebut, pihak sekolah lantas memutuskan untuk menggunakan handy talky sebagai media pembelajaran.

Konsepnya sangatlah sederhana, para siswa dengan jarak radius 3 kilometer dari sekolah dapat mengakses frekuensi yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah.

Dengan mengakses frekuensi yang sudah ditentukan inilah terjadi interaksi antara guru dan juga murid sehingga pelajaran dapat diserap secara maksimal.

Tak hanya disitu saja, penggunaan handy talky dirasa lebih murah jika dibandingkan dengan belajar online. Untuk satu handy talky ini dijual dipasaran dengan harga Rp200 ribu.

Ilustrasi

Dengan biaya semurah itu, para siswa tidak perlu lagi kebinggungan membeli paket internet.

Kepala MIN 8 Semanu, Laily Fauziah mengatakan, selama menjalankan pembelajaran online para orang tua siswa kewalahan dengan berbagai kendala yang dihadapi.

Maka dari itu, pihak sekolah memutuskan untuk belajar menggunakan handy talky sebagai pengganti belajar online. Sejauh ini hanya siswa kelas 6 saja yang menggunakan handy talky sebagai media pembelajaran.

"Jika kedepannya tidak ditemukan adanya kendala, maka penerapan penggunaan handy talky akan digunakan kepada seluruh siswa, mengingat sistem zonasi yang ada membuat para siswa hanya memiliki radius dekat dari sekolah," jelas Laily.

Para siswa pun mengaku senang dapat belajar menggunakan handy talky, sebab belajar dengan metode online dari rumah sangatlah membingungkan bagi mereka yang tidak memiliki handphone

Pandemi virus korona di indonesia setiap hari menunjukan angka kenaikan yang signifikan. Metode pembelajaran yang tidak melakukan tatap muka dirasa efektif untuk bisa menekan angka penyebaran Covid-19.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini