MALANG - Meski masih dalam zona oranye penyebaran Covid-19, Kota Malang mulai membuka beberapa sekolahnya. Hal ini membuat pakar epidemiologi meminta guru dan siswa dilakukan pengetesan sebelum masuk.
Menanggapi hal itu, Walikota Malang Sutiaji angkat bicara. Menurutnya hal tersebut sangat sulit dilakukan mengingat ada setidaknya ratusan ribuan siswa mulai tingkat PAUD hingga SMP di Kota Malang.
"Kalau swab satu berapa (bayarnya), satu juta koma, coba bayangkan jumlah siswa di Kota Malang 157 ribu tingkat SMP sampai PAUD," ucap Sutiaji ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (24/8/2020).
Pria kelahiran Lamongan ini mengungkapkan bila seluruh warga Kota Malang dilakukan pengetesan swab makan bisa jadi 30 persen warga terkonfirmasi positif Covid-19.
"Kalau ahli epidemiologi Kota Malang seluruhnya di-swab itu 30 persen sudah kena Covid-19 yang OTG (Orang Tanpa Gejala) dan sebagainya. Makanya swab semua itu berat, tapi tadi menguatkan imun," tuturnya.
Namun pihaknya mengklaim bila pada sekolah - sekolah telah dilakukan rapid test pada guru - guru yang sekolahnya kembali akan melakukan pembelajaran tatap muka.
"Tentu gurunya ya mesti (dilakukan pengetesan), harus di-rapid dan bahkan di-swab. Harus benar - benar dipantau protokol Covid-19 pakai physical distancing," tutupnya.
Sebagai informasi di Kota Malang terdapat tiga sekolah yang diujicobakan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Tiga sekolah itu yakni SMAN 2 Kota Malang, SMK El Hayat, dan SLB River Kids Malang. Pembelajaran tatap muka tahap satu ujicoba ini dilakukan sejak Senin ini 24 Agustus 2020.
Sementara itu jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Malang hingga Senin pagi 24 Agustus 2020 mencapai 1.061 pasien positif, 84 pasien meninggal dunia, 643 orang sembuh, dan 334 masih menjalani perawatan.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.