Miliki Senjata Api Ilegal, 2 Pria Berkepala Botak Diringkus Polisi

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 25 Agustus 2020 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 519 2267241 2-orang-pemilik-sejumlah-senjata-api-ilegal-diringkus-polisi-Vdbhxhh0WZ.jpg Dua pemilik senjata api ilegal diringkus polisi (Foto: Avirista Midaada)

KOTA MALANG - Berawal dari laporan penipuan seorang warga Kota Malang, Jawa Timur, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku kepemilikan senjata api tanpa izin dan beragam senjata tajam. Dua pelaku berkepala botak itu FPR (29) warga Jalan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang dan RAM (38) warga Jalan Kluweh, Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata mengungkapkan bila penangkapan keduanya berawal dari laporan penipuan dengan terlapor FPR.

"Ada warga Malang yang melaporkan menjadi korban penipuan seseorang, kami sarankan untuk buat pengaduan. Tapi ternyata dapat info pelaku ini akan bertemu korban dan menginfokan membawa senjata api sehingga meminta bantuan Polresta," ujar Leonardus Simarmata saat rilis pada Selasa siang (25/8/2020) di Mapolresta Malang Kota.

Baca Juga:  Heboh, Warga Temukan Pistol & Puluhan Peluru saat Nyangkul

Saat bertemu di sebuah kafe di daerah Rampal, Kota Malang itulah kepolisian akhirnya mengamankan FPR. Saat digeledah, FPR ternyata membawa satu unit senjata api rakitan.

"Jadi, senjata api asli lalu kita kembangkan dengan menggeledah kediamannya di Malang di Jalan Merdeka, Desa Pakisjajar, Pakis, terdapat senjata api, amunisi, senjata tajam, hingga pakaian TNI-Polri," tutur mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Dari pelaku FPR ini polisi mengamankan senjata api jenis pistol MP kaliber 9 milimeter satu unit, satu unit pistol revolver 22 LR, beserta 6 butir peluru 9 milimeter, 39 butir peluru amunisi. Kemudian, rompi antipeluru, pisau, martil atau palu, empat unit keris, hingga 291 unit ramset.

Saat dikembangkan ternyata terdapat tersangka lainnya berinisial RAM. Kepolisian pun akhirnya mengamankan RAM yang berprofesi sebagai penjual asesoris militer.

"Dari RAM ini ada satu senjata pistol mini jenis rhonner sportwaffen, lalu dua lagi ada jenis airgun walter, beberapa amunisi peluru, dan senjata tajam berupa keris, golok, pisau, dan lainnya," terangnya.

Dari pengakuan kedua pelaku itu, FPR mempunyai koleksi senjata api sebagai koleksi dan jaga diri. Sementara RAM memang pekerjaannya merakit senjata airgun menjadi senjata api dan diperjualbelikan untuk mencari keuntungan.

"RAM ini mencari keuntungan dari penjualan senjata. Memang pekerjaannya utak atik senjata dari airgun menjadi senjata api. Jadi, semua senjata api bisa dioperasikan dengan baik," ucapnya.

Baca Juga:  Buat Koleksi, Pedagang Perlengkapan Bayi Simpan Dua Senjata Api

Akibat perbuatan tersebut keduanya diancam dengan Undang - Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 1 Ayat (1) dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini