Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ridwan Kamil: Klaster Industri Ternyata Cukup Serius

Wisnu Yusep , Jurnalis-Jum'at, 04 September 2020 |14:32 WIB
Ridwan Kamil: Klaster Industri Ternyata Cukup Serius
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Okezone.com/Wisnu)
A
A
A

BEKASI – Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil tak menyangka, terjadi peningkatan kasus virus corona atau Covid-19 akibat klaster industri di wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Kabupaten Bekasi (Bodebek).

Klaster industri ternyata berkontribusi sangat serius dalam menyumbang penyebaran virus corona di wilayah Bodebek. Pasalnya, Bodebek saat ini kembali menjadi zona merah virus corona.

"Hari ini saya melakukan investigasi kemudian melakukan koordinasi, ini beberapa kesimpulan. Pertama, klaster di industri ini ternyata sangat serius," kata Ridwan Kamil ketika melakukan sidak ke pabrik di wilayah Kabupaten Bekasi, Jumat (4/9/2020).

Karena itu, dalam dua minggu ke depan pihaknya akan memfokuskan penanganan Covid-19 di dua wilayah yang terdapat industri seperti Kota/Kabupaten Bekasi dan Karawang. "Sehingga kita akan mengkonsolidasikan semua sumber daya di provinsi, pun kita akan geser dalam dua minggu ke depan ke Bekasi dan ke Karawang," kata pria yang disapa Kang Emil itu.

Meski begitu, setelah melakukan tinjauan ke salah satu pabrik di wilayah Kabupaten Bekasi, semua protokol kesehatan di kawasan industri sudah cukup baik.

"Setelah saya monitor, protokol di tempat kerja itu sangat baik, sangat tepat. Sehingga kan pertanyaannya kalau sudah sangat baik dan ketat kenapa masih terjadi yang namanya keterpaparan?" tanya Emil.

Dirinya menduga bahwa peningkatan virus corona di klaster industri kemungkinan besar para pekerja ketika di luar tak menerapkan protokol kesehatan seperti di tempat bekerja.

Baca Juga : Bogor, Depok dan Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19

Baca Juga : Sungai Cikaniki Meluap, 2 Jembatan di Bogor Putus

"Salah satu kesimpulannya adalah pola perilaku sepulang kerja dari tempat industri yang sudah ketat protokol kesehatan, itu yang kurang termonitor," kata dia.

Sebab itu, dirinya menugaskan semua dari gugus tugas, agar semua karyawan di pabrik-pabrik industri ini wajib mengisi buku harian setiap pagi.

"Seperti absen dan mengisi tatatan, dia kemana saja sepulang kerja, dengan multiple choice yang gampang, nanti gugus tugas di pabrik dan industri menganalisa pola-pola mana dari kegiatan itu yang punya risiko tinggi, nah itulah yang nanti dilakukan pengetesan," ungkap dia.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement