Tekan Penyebaran Covid-19, Ini Arahan Ridwan Kamil untuk Perusahaan

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 04 September 2020 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 525 2272761 tekan-penyebaran-covid-19-ini-arahan-ridwan-kamil-untuk-perusahaan-jNDdRNsEzH.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Okezone.com)

BEKASI – Dalam waktu satu pekan, jumlah kasus virus corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terus meningkat. Peningkatan itu justru terjadi di sejumlah perusahaan besar.

Seperti PT LG elektronik misalnya, sebenyak 242 karyawannya terkonfirmasi positif virus corona. Dari total 789 karyawan yang diperiksa, ada 242 yang dinyatakan positif setelah mengikuti tes swab.

Selang berapa hari, PT Suzuki Indonesia juga terkonfirmasi virus corona. Ada sebanyak 71 karyawan PT Suzuki yang terkonfimasi positif virus corona.

Setelah PT LG dan PT Suzuki, PT NOK juga terkonfirmasi karyawannya positif corona. Ada sekitar 88 karyawan yang terkonfirmasi virus corona, 6 di antaranya sembuh.

Soal kasus-kasus itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun meninjau pabrik di kawasan Kabupaten Bekasi. Dari hasil tinjauan itu, pria yang karib disapa Kang Emil itu pun memberikan sejumlah catatan agar sejumlah pabrik menerpakan pola baru dalam menekan angka penyebaran virus corona.

Ia pun menyarankan agar setiap ruangan di pabrik agar diberi ruang ventilasi. Hal itu agar ada sirkulasi udara di tempat bekerja.

"Ruang-ruang yang tak berventilasi tolong dibobok, diperbaiki, dibikin jendelanya," ungkap Kang Emil kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Baca Juga : Pencurian Motor Sport Terekam CCTV

Baca Juga : Pilkada Surabaya 2020, Risma Kawal Pendaftaran Eri Cahyadi-Armuji ke KPU

Kemudian, setiap perusahaan meniadakan tempat ruang rokok bagi karyawan. Karena, berdasarkan temuan, ruang rokok menjadi penyumbang penularan kasus virus corona.

"Kalau bisa tidak ada lagi ruang merokok. Karena hasil temuan kita, dari tempat merokok bersama itu terjadi juga penularan. Nah itu arahan teknis dari sisi kepada pemilik industri," ujar dia.

Selanjutnya, bila setiap ada penularan, perusahaan bisa langsung melakukan work from home, tidak lagi menutup atau meliburkan pabrik. "Tidak harus ditutup seluruh kawasannya, cukup blok tempat terjadinya keterdugaan keterpaparan," ungkap dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini