TNI Gagalkan Penyelundupan 3 Karung Obat Ilegal di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Riezky Maulana, iNews · Minggu 13 September 2020 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 340 2276859 tni-gagalkan-penyelundupan-3-karung-obat-ilegal-di-perbatasan-indonesia-malaysia-eB1ikNvwr7.jpg TNI gagalkan penyelundupan obat ilegal di perbatasan Indonesia-Malaysia. (Foto : Puspen TNI)

JAKARTA – Tiga warga perbatasan mencoba menyelundupkan 3 karung obat-obatan ilegal merek Paracil tablet 500 miligram sebanyak 70 kotak dengan jumlah keseluruhan 69.920 butir. Penyelundupan dilakukan melalui Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) dan digagalkan Satgas Yonif Raider 641/Bru di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Rabu (9/9/2020).

Dansatgas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono menuturkan, penggagalan penyelundupan obat-obatan bermula dari informasi Serda Yuli Kristianto dan masyarakat Desa Lubuk Sabuk bahwa ada kegiatan illegal trading di JIPP Sektor Pos Lubuk Sabuk.

"Mengetahui adanya informasi tersebut, Komandan Pos Lubuk Sabuk, Letda Inf Wisnu memerintahkan personel dengan kekuatan 5 orang yang dipimpin Serda Zakaria untuk melaksanakan patroli wilayah,” ujar Kukuh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/9/2020).

"Benar saja, pada malam itu Rabu 9 September 2020 sekira pukul 23.00 WIB, tiga orang terlihat memikul tiga karung keluar dari wilayah Malaysia melalui JIPP. Melihat hal ini, tim patroli segera menghentikan dan mengamankan ketiga pelaku tersebut ke Pos Lubuk Tengah,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Paracil merupakan obat yang memiliki kandungan Parasetamol 500 Mg. Obat jenis Acetaminopen ini biasanya digunakan untuk penurun demam dan pereda nyeri.

"Walaupun ini termasuk kategori obat bebas, namun karena masuknya dari luar negeri secara ilegal dan diketahui tidak memiliki sertifikasi dari BPOM atau Karantina Kesehatan maka masuk kategori ilegal,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Komandan Pos Lubuk Sabuk, Letda Inf Wisnu mengatakan, setelah berhasil diamankan Tim Patroli Satgas, ketiga pelaku mengaku sebagai warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Selanjutnya, kata Wisnu, ketiga pelaku bersama barang bukti 3 karung obat-obatan diserahkan ke kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong guna proses lebih lanjut, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga : Sah! Mantan Pengawal Jokowi Resmi Jadi Danjen Kopassus

“Kita juga bersama pihak Bea dan Cukai telah mengadakan pengecekan terhadap barang bukti dengan mesin X-Ray. Hasil pengecekan X-Ray tidak menemukan adanya indikasi unsur narkotika di dalam barang bukti tersebut,” tuturnya.

Baca Juga : Pamer Alutsista Canggih, Ribuan Prajurit Raider TNI AD Gelar Latihan Tempur

Di kesempatan yang sama, Komandan Pos Lubuk Sabuk, Letda Inf Wisnu mengatakan, setelah berhasil diamankan Tim Patroli Satgas, ketiga pelaku mengaku sebagai warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Selanjutnya, kata Wisnu, ketiga pelaku bersama barang bukti 3 karung obat-obatan diserahkan ke kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong guna proses lebih lanjut, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita juga bersama pihak Bea dan Cukai telah mengadakan pengecekan terhadap barang bukti dengan mesin X-Ray. Hasil pengecekan X-Ray tidak menemukan adanya indikasi unsur narkotika di dalam barang bukti tersebut,” tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini