JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat secara nasional ada 1.344 kasus pedagang pasar yang dinyatakan positif Covid-19. Para pedagang itu tersebar dari 238 pasar di 96 Kabupaten/Kota dan 27 Provinsi.
(Baca juga: Hari Kedua PSBB Total Jakarta, Jumlah Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Menurun)
“DPP IKAPPI menghimpun data kasus positif secara nasional ada 1.344 kasus positif Covid-19. Dengan 47 kasus meninggal terjadi di 239 pasar tersebar di 96 kabupaten/kota dan 27 provinsi,” kata Ketua Umum DPP IKAPPI, Abdullah Mansuri dalam keterangannya kepada Okezone di Jakarta, Selasa (15/9/2020).
(Baca juga: Vaksin Merah Putih Terus Dikembangkan, Begini Faktanya)
Menurut Mansuri, untuk jumlah kasus terbanyak pedagang pasar yang terpapar virus corona berada di wilayah DKI Jakarta. Dengan rincian ada 321 pedagang positif, meninggal 1 orang yang berasal dari 51 pasar di Ibu Kota.
“Data ini merupakan pukulan berat bagi kami, di saat kami sedang mengalami tekanan daya beli masyarakat yang menurun secara terus menerus,” ujarnya.
“Seminggu terakhir kami mendapati penurunan omzet pedagang kami hingga 60 sampai 70 Persen. Kami harus terus bertahan dalam kondisi seberat ini,” sambung Mansuri.
Oleh karena itu, agar tak ada lagi pedagang pasar yang terpapar Covid-19, lanjut Mansuri, IKAPPI sedang melakukan edukasi dengan pola yang persuasif dan bukan menakut-nakuti kepada anggota pedagang pasar.
“Edukasi yang akan menekankan kepada, apa keuntungan dan kerugian pelaksanaan protokol kesehatan. Misalnya kalau sampai pasar tutup karena ada yang positif siapa yang rugi? atau kalau sampai harus isolasi 2 minggu enggak bisa jualan, siapa yang rugi?,” jelasnya.
“Kami sedang dalam proses ulang melakukan edukasi berupa edaran dan sosialisasi melalui perwakilan-perwakilan IKAPPI di seluruh indonesia,” imbuhnya.
DPP IKAPPI, kata dia menyadari pandemi ini tidak hanya terjadi sehari dua hari. Pandemi ini akan merubah kebiasaan lama pedagang dan memberlakukan kebiasaan baru dengan memperkuat protokol kesehatan kepada pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia.