Positif Covid-19, Pasien Klaster Bu Fat Dilarang Menyusui

Taufik Budi, Okezone · Kamis 17 September 2020 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 512 2279621 positif-covid-19-pasien-klaster-bu-fat-dilarang-menyusui-Q6UgUuJXNQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEMARANG – Seorang pasien Covid-19 yang berasal dari klaster Warung Makan Bu Fat Kota Semarang Jawa Tengah, telah melahirkan bayi mungil. Meski demikian, dia belum diizinkan menyusui dengan ASI selama hasil tes swab belum menunjukkan negatif.

“Selama ibunya masih positif ya enggak boleh pakai ASI dulu, harus dipisahkan dulu selama ibunya masih positif (Covid-19),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, Kamis (17/9/2020).

“Jika sudah negatif, ibunya bisa dilakukan inisiasi untuk pemberian ASI,” tambah dia.

Baca Juga:  Kemendagri Sebut Semua Provinsi Sudah Susun Perkada Disiplin Protokol Covid-19

Meski demikian, belum diketahui pasti kondisi bayi terpapar atau bebas dari Covid-19, karena belum dilakukan tes swab. “Kalau terpapar atau tidak, kan harus diswab dulu. Saya belum dapat laporan, ya mudah-mudahan tidak (terpapar),” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, jagat maya dihebohkan dengan informasi sebuah rumah makan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Krobokan Kota Semarang. Informasi itu bukan hanya menyebutkan nama rumah makan, tetapi juga daftar nama orang yang terpapar virus corona.

Baca Juga:  5 Daerah Jadi Prioritas Program Akomodasi Hotel Isolasi Covid-19

Rumah makan yang menyajikan kuliner khas Semarang “Ndas Manyung” itu berada di kawasan Krobokan. Setelah kabarnya ramai di media sosial, pemerintah pun menindaklanjuti dengan melakukan pendataan pusat-pusat kuliner dan destinasi wisata.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini