Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kaji Kematian Petugas Kesehatan, IDI Kesulitan Akses Data Rumah Sakit

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 19 September 2020 |12:40 WIB
Kaji Kematian Petugas Kesehatan, IDI Kesulitan Akses Data Rumah Sakit
ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA, Hingga saat ini sebanyak 117 dokter gugur terpapar Covid-19. Namun, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih mengatakan tidak mudah bagi tim audit PB IDI untuk mengakses dokumen di Rumah Sakit untuk melakukan kajian kematian para tenaga kesehatan.

Hal ini diungkapkan Daeng dalam Webinar Nasional ‘Dokterku Sayang, Dokterku Berjuang’ yang juga dihadiri Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.

BACA JUGA: IDI Sebut Jumlah Polisi Meninggal karena Corona Melebihi Dokter

“Pak Doni mungkin saya lapor, jadi saya sudah diskusi dengan kawan-kawan Kementerian Kesehatan. Saya sudah bercerita bahwa sebenarnya di internal Ikatan Dokter Indonesia itu ada tim audit yang berusaha melakukan kajian dan audit tentang kematian petugas kesehatan khususnya dokter,” ungkapnya secara virtual, Sabtu (19/9/2020).

BACA JUGA: Sempat Dirawat karena Covid-19, Penyidik KPK Meninggal Dunia

“Tapi, kami terus terang tim audit kami melihat memiliki kendala karena kami tidak gampang mengakses dokumen di rumah sakit. Tidak mudah mengakses data-data di rumah sakit untuk melakukan kajian,” ungkap Daeng.

Daeng mengatakan IDI dan Kementerian Kesehatan telah menyepakati untuk membentuk tim audit bersama melakukan kajian kematian petugas kesehatan. “Oleh karena itu Kementerian Kesehatan sudah setuju bersepakat untuk membentuk tim melakukan audit. Jadi nanti Pak Doni, Kementerian Kesehatan yang membentuk tim melakukan audit kematian, khususnya kematian petugas kesehatan,” jelasnya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement