Di-PHK Sepihak, Ratusan Buruh PT Pajitex Pekalongan Gelar Demonstrasi

Suryono Sukarno, iNews · Selasa 22 September 2020 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 512 2281942 di-phk-sepihak-ratusan-buruh-pt-pajitex-pekalongan-gelar-demonstrasi-c91Laf0CJW.jpg

PEKALONGAN - Ratusan buruh pabrik PT Pajitex, yang berada di Watusalam, Buaran, pada Selasa (22/09/2020), melakukan unjuk rasa dengan melakukan orasi di depan pabrik. Aksi ini merupakan aksi kedua kalinya terkait dengan PHK sepihak pada ratusan karyawan kontrak dan ancaman PHK pada 257 karyawan.

“Perusahaan telah memutuskan hubungan kerja sepihak. Kalau yang pekerja kontrakan, sudah. Ada ratusan. Ini 257 karyawan juga terancam akan di PHK,” kata jelas Amir, sekretaris Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT Pajitex.

Para pekerja kontrakan yang semestinya menerima pesangon satu kali gaji, tidak menerimanya. Demikian juga untuk karyawan yang di PHK juga tidak aka diberi pesangon dua kali lipat dari bayaran.

BACA JUGA: 6 Juta Orang Telah Di-PHK selama Pandemi Covid-19

Menurut Amir, tidak sesuai aturan yang ada, pihak perusahaan hanya memberikan 0,75 persen dari bayaran yang diterima.

Sementara itu, Susilo, pengacara pihak perusahaan mengatakan masalah pesangon ini masih belum bisa diputuskan karena masih menunggu koordinasi dengan pihak manajemen perusahaan yang berada di Surabaya.

Karena tidak menemukan titik temu, massa kemudian melakukan konvoi menuju ke Kantor Satuan Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah Pekalongan yang berada di Jalan Pemuda untuk menyampaikan harapan mereka.

Ali Sholeh, Ketua SPN kabupaten Pekalongan, menjelaskan pihak pengusaha harus sesuai dengan undang-undang yang ada.

BACA JUGA: Di-PHK Kantornya karena Corona, Driver: Ojek Online Selamatkan Saya

“Dari 257 yang di PHK ini, ada sembilan orang yang harus dipekerjakan kembali. Sisanya, teman-teman minta pesangon 2 kali PMTK (peraturan Mentri tenaga kerja),” kata Ali Sholeh.

Ditambahkan, pihak perusahaan sendiri melakukan PHK bukan karena merugi di tengah pendemi corona. Melainkan pergantian dari tenaga manusia ke mesin.

“Bukan karena merugi karena pendemi. Buktinya beberapa mesin pengganti tenaga manusia didatangkan. Beberapa bangunan baru tengah proses pembuatan. Artinya perusahaan mampu, bukan karena merugi,” jelasnya.

Kabid Hubungan Industrial Pengawas Tenaga Kerja Wilayah Pekalongan, Eni NUrhayati mengatakan, pihaknya telah menerima aduan dari para buruh.

“Terkait dengan PHK, pihak pekerja dan perusahaan sedang proses bipartit, belum ada titik temu. Pihak perusahaan masih bersedia untuk bersedia bipatrit, bila tidak ada titik temu, pekerja bisa mencatatkan ke dinasaker Kabupaten Pekalongan,” jelas Eni.

Usai menyampaikan aspirasinya, ratusan para buruh membubarkan diri. Para buruh, kemudian akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, untuk proses selanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini