Di sisi lain, Ganjar menjelaskan bahwa hal semacam ini tidak perlu sampai dibubarkan paksa. Namun, pendekatan persuasif harus ditekankan, sehingga sekaligus mengedukasi masyarakat.
“Sebenarnya kita juga bisa melakukan pendekatan, enggak usah deh dibubarin, kita ngomong aja bahwa kerumunan itu masih berbahaya tolong jangan dilakukan, itu aja. Tapi tindakan cepat dari pemkab, kepolisian, menurut saya ini bagus,” tandasnya.
Sebagai informasi, turnamen voli di Brebes, Jawa Tengah, dibubarkan petugas. Selain tak mengantongi izin, acara ini didatangi seribuan penonton di tengah pandemi Covid-19. Turnamen Bola Voli Putra itu digelar di Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu 27 September.
Turnamen tersebut merupakan agenda tahunan sekaligus memperingati HUT Portek Rajawali ke-49. Sekira 1.000 lebih penonton memadati arena tersebut. Di dalam arena ini, mereka berkerumun tanpa jaga jarak dan mengabaikan protokol kesehatan.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.