4 Daerah Ini Sangat Rendah Lakukan Tes Covid-19

Taufik Budi, Okezone · Rabu 30 September 2020 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 512 2285866 4-daerah-ini-sangat-rendah-lakukan-tes-covid-19-ydUpuXFRcs.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Taufik Budi)

SEMARANG – Sebanyak empat daerah di Jawa Tengah dinilai sangat rendah melakukan tes untuk mengetahui penyebaran kasus Covid-19. Di antaranya Wonogiri (7 persen), Banjarnegara (7 persen), Purbalingga (18 persen), dan Grobogan (17 persen).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pun menegur sejumlah bupati/wali Kota dengan tingkat testing kasus Covid-19 yang rendah. Bahkan, dia meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng langsung terjun menangani hal itu.

Selain itu, ada juga beberapa daerah dengan tingkat tes kurang dari 50 persen, seperti Temanggung (46 persen), Wonosobo (27 persen), Purworejo (33 persen), Kabupaten Pekalongan (28 persen), Pemalang (21 persen), Brebes (29 persen), Kabupaten Semarang (33 persen), Pati (36 persen), Rembang (24 persen), Blora (25 persen), Kudus (32 persen), dan Sragen (27 persen).

"Saya minta laporan harian, biar kita tahu apa kesulitannya dan apa masalahnya," kata Ganjar, Selasa (29/9/2020).

Baca Juga:  Resepsi Pernikahan Dilarang di Jambi hingga 14 Hari ke Depan

Dia mendorong daerah-daerah yang masih rendah pengambilan spesimennya hingga pekan ke-39 itu, untuk meningkatkan testing. Jika daerah memiliki kesulitan untuk memenuhi target testing, pihaknya akan memberikan bantuan secara penuh.

"Apakah enggak punya alat, enggak punya surveilans atau apa masalahnya. Nanti kami bantu. Yang penting jangan sampai enggak punya semangat, tidak boleh kalau itu," tegasnya.

Baca Juga:  3 Pegawai Sekretariat Daerah Positif Covid-19, Kantor Bupati Mentawai Ditutup

Jawa Tengah sedang menggenjot jumlah pemeriksaan spesimen dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Bahkan sampai saat ini, tren pemeriksaan spesimen di Jateng telah melampaui target. Dari target yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak 4.991 perhari, Jateng mampu melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 6.000 per hari.

"Tolong testing ditingkatkan. Jangan khawatir dengan peningkatan kasus dan jangan khawatir soal citra. Kami akan bantu dari sini, jadi tolong ini bisa menjadi perhatian," kata Ganjar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini