Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahfud MD Minta Masyarakat Jangan Sepelekan Covid-19

Riezky Maulana , Jurnalis-Minggu, 04 Oktober 2020 |16:37 WIB
 Mahfud MD Minta Masyarakat Jangan Sepelekan Covid-19
Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terus mengkampanyekan protokol kesehatan, dan menyosialisasi akan bahaya Covid-19. Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan virus yang pertama kali kasusnya ditemukan di Wuhan, Tiongkok tersebut.

Mahfud menuturkan, penerapan protokol kesehatan, seperti 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker) mutlak untuk mencegah penularan virus tersebut. Mahfud pun menyinggung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang beberapa waktu lalu dinyatakan terkonfirmasi positif lantaran sempat tidak percaya Covid-19 enggan memakai masker.

"Jangan main-main dengan Covid-19, sama dengan Donald Trump itu dulu enggak percaya. Amerika ini katanya negara nomor 1 di dunia, paling digdaya, presidennya enggak mau pakai masker. Dia bilang Covid itu dibuat oleh China untuk menghancurkan Amerika. Pergi kemana-mana, orang pakai masker dia enggak, nah kemarin dia kena bersama istrinya," ucap Mahfud saat menghadiri sarasehan yang digelar Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, Jawa Timur, Minggu (4/10/2020).

 Baca juga: Sebaran Data Covid-19 Hari Ini di Indonesia, Jakarta Terbanyak 

Lebih lanjut Mahfud menyebutkan, 17 persen atau sekitar 44 juta rakyat Indonesia tidak percaya akan adanya Covid-19. Masyarakat, kata dia, umumnya menyebut Covid-19 hanya dijadikan sebagai isu politik semata.

Menurutnya, orang yang terpapar Covid-19 mengalami gejala penyakit yang sama di seluruh belahan dunia. Ciri-cirinya antara lain, sebut Mahfud, seperti kelelahan, tulang terasa lemas, kemampuan penciuman hilang, hingga sesak napas.

 Baca juga: Update Covid-19 di Indonesia 4 Oktober 2020: Bertambah 3.992, Kasus Positif Tembus 303 Ribu!

"17 persen rakyat Indonesia dari 267 juta, jadi kira-kira 44 juta itu tidak percaya Covid-19. Katanya itu tidak ada, itu hanya isu politik, hanya orang jualan obat saja. Sementara kan Covid-19 itu ciri-cirinya jelas, mengalami seperti kelelahan, tulang lemas, kemudian yang umum itu penciuman hilang, ada juga yang tanpa gejela tapi menyerang paru-paru dan kalau sudah menyerang paru itu nafas menjadi sesak," ucapnya.

Atas hal itu, Mahfud meminta masyarakat melakukan dua ikhtiar, baik itu secara fisik maupun batin. Menurutnya, ikhtiar fisik, masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan dasar seperti memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak.

Kemudian, bila sakit langsung pergi ke dokter, berobat, atau bahkan melakukan isolasi mandiri. "Kedua, yaitu iktiar batin, hati, dan berdoa," ucapnya.

Dia menegaskan, Covid-19 sama sekali tidak mengenal golongan untuk keterpaparannya, baik itu orang yang rajin beribadah sampai dengan politikus. Menurutnya, semua akan terjangkit Covid-19 jika tidak patuh terhadap protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

"Ada yang bilang kalau sering ke Masjid itu enggak kena. Dulu itu yang dikatakan oleh orang Aceh, di Aceh 0, karena orang rajin ke masjid. nah sekarang di Aceh banyak yang kena. Jadi tidak milih orang ke masjid atau ke gereja, tetap kena," ungkapnya.

"Virus corona itu juga enggak punya partai, PKS kena, Golkar juga kena. PKB kena, PPP kena. Enggak ada partainya dia ini Covid-19," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement