Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Deretan Kepala Negara yang Positif Covid-19 Usai Meremehkan Pandemi

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2020 |11:35 WIB
Deretan Kepala Negara yang Positif Covid-19 Usai Meremehkan Pandemi
Presiden AS, Donald Trump (Foto: Whitehouse.gov)
A
A
A

JAKARTA - Pandemi Covid-19 kini menyebar hampir ke seluruh dunia. Hingga Senin 6 Oktober, sekira 35 juta orang sudah tertular virus yang berasal dari Wuhan China tersebut.

Satu juta nyawa manusia pun melayang selama pandemi berlangsung. Namun, masih banyak orang yang abai dan meremehkan Covid-19. Tak terkecuali para pimpinan negara.

Berikut beberapa kepala negara yang tertular Virus Corona usai meremehkan Pandemi Covid-19, seperti dikutip dari Koran Sindo Edisi 7 Oktober 2020:

1. Jair Borsalino

Presdien Brazil, Jair Borsalino terinfeksi Covid-19 pada 7 Juli 2020. Kini pimpinan tertinggi di Brazil itu sudah dinyatakan sembuh. Namun, pandemi di Negara Samba masih menjadi masalah serius.

Tercatat, kasus positif di Brazil hingga 6 Oktober 2020 sudah menembus 4,9 juta orang dengan 21.663 diantaranya meninggal dunia. Rasio kematiannya pun bisa dibilang tinggi, 689 orang per satu juta penduduk.

Selama pandemi berlangsung, Borsalino memang terkenal dengan komentar kontroversialnya soal Pandemi Covid-19. Menurutnya Pandemi Covid-19 terlalu dibesar-besarkan.

"Ada juga masalah Virus Corona, yang, menurut saya, terlalu dibesar-besarkan, kekuatan destruktif dari virus ini," jelas Borsalino sebelum ia terinfeksi Covid-19.

2. Boris Johnson

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson terinfeksi Covid-19 pada 27 Maret 2020 dan sudah dinyatakan sembuh. Namun, Boris sempat mengeluarkan komentar kontroversial soal Virus Corona sebelum terinfeksi.

"Saya kira tak ada salahnya (bersalaman) dan sosialisasi seperti itu selama kita dapat menjaga kebersihan diri," jelas Boris sebelum terinfeksi.

Kini, kasus Virus Corona di Inggris terus bertambah. Total sudah 515 ribu orang terinfeksi virus ini, dengan 42.369 orang meninggal dunia.

3. Alexander Lukashenko

Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko pernah mengklaim ketidakpercayaannya pada Virus Corona. Bahkan ia mengaku rela mati berdiri karena ketidakpercayaannya terhadap virus ini.

"Tidak ada wabah Covid-19 di sini. Saya lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut," jelasnya.

Namun, sejak 28 Juli 2020, Lukashenko dinyatakan positif Covid-19. Hingga kini, kepala Negara Belarusia itu masih belum dinyatakan sembuh.

Kasus Virus Corona di Belarusia sendiri jadi salah satu yang tertinggi di eropa dengan jumlah pasien positif mencapai 81.090 orang. 868 diantaranya meninggal dunia.

4. Donald Trump

Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump positif terinfeksi Covid-19, setelah terang-terangan menolak untuk percaya dan tunduk pada protokol kesehatan.

"Warga AS jangan takut dengan Covid-19 dan jangan takut untuk beraktivitas di luar rumah," jelasnya sebelum tertular Covid-19.

Sejak 2 Oktober 2020, Trump dinyatakan positif Covid-19 dan belum dinyatakan sembuh. Kasus Covid-19 di AS pun menjadi salah satu yang terbanyak di dunia dengan jumlah pasien mencapai 7,68 juta. Satu juta lebih warga AS sudah meninggal akibat virus ini.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement