Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satgas: Pembahasan Harga Vaksin Covid-19 Butuh Kehati-hatian

Dita Angga R , Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2020 |22:39 WIB
Satgas: Pembahasan Harga Vaksin Covid-19 Butuh Kehati-hatian
Wiku Adisasmito. (Foto: YouTube BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, harga vaksin saat ini masih dalam pembahasan. Menurutnya, pembahasan harga vaksin harus dilakukan secara hati-hati. Di sisi lain, penanganan pandemi juga tidak bisa hanya bergantung pada vaksin.

“Intinya pembahasan harga vaksin membutuhkan kehati-hatian. Perlu kami tegaskan bahwa solusi dari pandemi Covid-19 ini bukan hanya vaksinasi,” kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (8/10/2020).

“Solusi yg sudah bisa kita lakukan saat ini dan bahkan sangat mudah dilakukan ialah menjalankan disiplin protokol 3M, perilaku disiplin protokol kesehatan dan konsistensi menjalankannya ini merupakan investasi kesehatan jangka panjang dalam rangka meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

Terkait dengan teknis pelaksanaan vaksinasi, hal tersebut juga masih dalam proses pembahasan. Pemerintah masih pada tahapan menyelesaikan kategori prioritas, sesuai dengan parameter yang sedang didiskusikan.

Baca juga: Daftar 13 Daerah Penyumbang 30% Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

“Selain itu kami juga mengestimasi skema platform dan kelompok prioritas klaster target dengan berbagai pertimbangan. Terutama dari aspek risiko dan penyebaran penyakit. Dan dari segi logistik, kami berupaya menghitung ketersediaan SDM pemberi vaksinasi dan layanan yang memerlukan cold chain dalam vaksinasi. Sesuai dengan standar internasional,” pungkasnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement