Kemenko PMK Cari Obat Herbal Covid-19 ke UNS

Bramantyo, Okezone · Jum'at 09 Oktober 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 512 2291248 kemenko-pmk-cari-obat-herbal-covid-19-ke-uns-vOW0D1f9EA.jpg Kemenko PMK dan BPOM cari obat herbal Covid-19 ke UNS (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

SOLO - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menugaskan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mencari alternatif obat herbal untuk menekan penyebaran virus corona.

Upaya ini dilakukan setelah China sebagai titik awal penyebaran Covid-19 telah berhasil menekan angka penularannya melalui pengobatan tradisional. Salah satu upaya yang dilakukan Kemenko PMK yaitu dengan mendatangi Laboratorium Herbal milik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Staf Khusus Menko PMK bidang Organisasi dan Tata Kelola yang kebetulan Mantan Rektor UNS Prof. Ravik Karsidi membenarkan kedatangannya ke Laboratorium herbal milik UNS ini karena ada mandat dari Presiden Jokowo untuk mencari obat Herbal untuk menanggulangi virus corona.

Menurut Ravik,obat herbal dicari sebagai alternatif yang dapat dipilih selain obat yang sudah ada.

“Menko PMK dengan Kepala BPOM ditugasi presiden untuk menemukan obat mengatasi Covid-19. Salah satu alternatifnya supaya bagaimana ditemukan obat selain obat umum yang sekarang ada terutama yang herbal,” ujar Ravik, di rumah sakit UNS Solo, Jumat (9/10/2020).

Saat memasuki Laboratorium Herbal UNS, rombongan Kemenko PMK-BPOM langsung meninjau sejumlah produk herbal milik UNS, seperti wedang longkrah godog, susi tea wedang longkrah, susisehati sirsak dan kulit manggis dan anocurcuma.

Baca Juga : Demo saat Pandemi Covid-19, Doni Monardo: Pengorbanan Kita Belum Sebanding dengan Dokter

Sembari memperhatikan penjelasan dari Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Prof. Reviono, Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito menanyakan masing-masing produk herbal UNS, baik meliputi manfaat obat, hasil uji klinis, hasil penelitian, dan protokol sertifikasi.

Penny Kusumastuti mengatakan, posisi UNS dalam pengembangan obat herbal sangat strategis. Sebab, posisi UNS dekat dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu dan industri jamu di Kabupaten Sukoharjo.

“Di sini kunjungan kami ke UNS sudah riset ke laboratorium dan di sini adalah tempat riset dilakukan untuk pengembangan herbal jadi ada kerja sama antara dunia akademis dengan tempat riset,” ujar Penny Kusumastuti.

Selain itu, Penny Kusumastuti juga memandang UNS sebagai paket komplit karena memiliki peminatan Agrofarmaka pada Program Studi (Prodi) D3 Agribisnis Sekolah Vokasi (SV).

Ia mengatakan keberadaan D3 Agribisnis Agrofarmaka dapat menunjang pengembangan obat herbal dari segi riset dan sumber daya manusia.

“Potensi perguruan tinggi sangat besar. Saya melihat UNS posisinya tepat dan di sinilah tempat riset lalu inkubator serta skala laboratoriumnya lebih besar, bisa link ke dunia usaha," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini