Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gubernur Anies Sebut 46 Halte Rusak Akibat Demo UU Ciptaker

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2020 |12:59 WIB
 Gubernur Anies Sebut 46 Halte Rusak Akibat Demo UU Ciptaker
Petugas saat membersihkan halte yang dirusak pendemo (foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, bahwa total ada 46 halte yang mengalami kerusakan oleh massa demonstrasi penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis 8 Oktober 2020.

“Jadi ada 46 halte yang mengalami kerusakan,” ujar Anies di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2020).

Anies melanjutkan, dari 46 halte yang mengalami kerusakan adalah milik Transjakarta. Bahkan tiga halte diantaranya rusak berat.

 Baca juga:

Kerugian Akibat Demo UU Ciptaker di Jakarta Capai Rp65 Miliar

Wagub DKI: 50% Pendemo UU Ciptaker yang Ditahan Bukan Warga Jakarta

“Ini seperti halte di Bundaran HI, Tosari, sama Sawah Besar itu rusak berat yang harus dirombak total,” bebernya.

Mantan Mendikbud ini menyatakan, biaya total kerugian dari 46 halte yang mengalami kerusakan itu mencapai Rp65 Miliar.

"Untuk halte itu diperkirakan sejauh ini ya per hari ini Rp65 miliar. Angkanya cukup besar ini bukan angka yang kecil, dan bisa dibilang ini halte terbaik di Indonesia yang rusak ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, demo menolak UU Cipta Kerja yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, ricuh pada Kamis 8 Oktober 2020 kemarin, massa membakar halte Transjakarta hingga Pos Polisi.

Tak hanya itu, massa yang sempat bentrok dengan petugas kepolisian juga melajukan penyerangan terhadap petugas. Mereka juga sebagian ada yang membakar kendaraan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement