Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

2 Inovasi untuk Kurangi Ketergantungan terhadap Tes PCR

Dita Angga R , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2020 |19:26 WIB
2 Inovasi untuk Kurangi Ketergantungan terhadap Tes PCR
Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. (Sindonews)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini Indonesia terus mengembangkan inovasi untuk mengurangi ketergantungan pada tes PCR. Inovasi pertama adalah GeNose yang dihasilkan Universitas Gadjah Mada.

“Di mana GeNose ini intinya mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dengan menggunakan embusan napas dan pendekatan ini bisa menghasilkan upaya screening dan juga deteksi yang lebih cepat. Tidak sampai dua menit setelah kita menyimpan hembusan napas kita. Kemudian jauh lebih murah dan satu lagi juga lebih akurat,” katanya seusai rapat terbatas, Senin (12/10/2020).

Bambang menuturkan pada uji klinis tahap pertama yang dilakukan di RS di Yogyakarta tingkat akurasinya dibandingkan PCR test mencapai 97%.

“Saat ini kami sedang melakukan uji klinis yang lebih luas lagi di berbagai rumah sakit. Sehingga kalau tingkat akurasinya tinggi mendekati 100% maka GeNose ini bisa menjadi solusi screening yang nantinya mengurangi ketergantungan terhadap PCR test,” ucapnya.

Lalu inovasi yang kedua adalah reverse transcription loop-mediated isothermal amplification (RT-LAMP) yang sedang dikerjakan LIPI. Swab test yang biasanya memakan waktu lama dan membutuhkan laboratorium bisa dilakukan dengan waktu yang lebih cepat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement