Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembangunan Proyek MRT Fase 2A Terancam Molor

Muhamad Rizky , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2020 |07:07 WIB
Pembangunan Proyek MRT Fase 2A Terancam Molor
Ilustrasi (Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan, pembangunan MRT fase 2A kemungkinan akan molor akibat terkendala paket kontrak. Hal itu salah satunya disebabkan karena kondisi pandemi Covid-19.

“Terdapat kendala atas pengadaan paket kontrak CP202, CP205, dan CP206. Salah satu penyebabnya karena pandemi Covid-19 yang tengah melanda menyebabkan risiko tinggi terhadap keseluruhan proyek Fase 2 MRT Jakarta," kata William melalui siaran resminya kepada Okezone Senin (19/10/2020).

William menjelaskan, molornya pengadaan paket CP202 pembangunan Stasiun Harmoni-Mangga Besar akibat dari resiko konstruksi lapangan yang cukup tinggi, ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Berdasarkan dari hasil evaluasi, peserta lelang meminta waktu penyelesaian proyek yang lebih panjang.

"Selain itu, faktor minimnya keterlibatan dan ketertarikan kontraktor Jepang menyebabkan posisi tawar kontraktor Jepang khususnya untuk paket railway systems dan rolling stock menjadi sangat tinggi,” kata William.

“Oleh karena itu, tahapan operasional MRT Jakarta Fase 2A telah dibagi menjadi dua, yaitu segmen 1 BHI—Harmoni akan selesai direncanakan pada Maret 2025, sedangkan tahapan operasional segmen 2 Harmoni—Kota kemungkinan besar akan bergeser ke pertengahan 2027,” ujarnya.

Kedua, kata William, kendala juga terjadi dalam pengadaan CP205 dimana para peserta lelang meminta perpanjangan waktu karena adanya isu kebijakan penggunaan produk komunikasi tertentu yang tidak bisa disediakan kontraktor Jepang.

Baru-baru ini kata dia, peserta lelang juga melihat adanya resiko interfacing antar pekerjaan paket sipil dan paket sistem perkeretaapian. Namun demikian pihaknya tetap memutuskan tanggal pemasukan penawaran CP205 di tanggal 26 Oktober 2020.

“Kami meminta komitmen penuh dan realisasi dari para Peserta Lelang untuk dapat memasukan penawaran pada batas waktu yang telah ditentukan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga : Operasional MRT Berjalan Normal Sesuai Jadwal

Sedangkan untuk kendala pengadaan CP206, meski telah dipromosikan kepada para peserta lelang, banyak yang tidak tertarik karena banyaknya proyek lain di pasar domestik Jepang maupun regional Asia dan jumlah pemesanan MRT Jakarta yang terlalu sedikit.

“Kondisi seperti ini terjadi karena pembangunan MRT Fase 2 dibiayai oleh JICA ODA Loan dengan skema Special Terms for Economic Partnership (Tied Loan) sehingga sangat terikat dengan kriteria kontraktor utama harus berasal dari Jepang,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement