JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Jakarta, akan mengalami dampak fenomena La Nina lebih awal dari wilayah lainnya.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M. Insaf mengatakan, dalam mengadapi dampak fenomena La Nina, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
“BPBD berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk antisipasi dampak cuaca buruk, seperti banjir dengan dinas teknis DSDA utuk memantau peralatan pompa dan sebagainya,” kata Insaf saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Tak hanya itu, lanjut Insaf, pihaknya juga akan mematau informasi terbaru dari BMKG jika ada perigatan dini yang dikeluarkan. Setelah itu, pihaknya menyampaikan ke masyarakat agar mereka dapat melakukan antisipasi.
“BPBD akan selalu memantau peringatan dini dari BMKG untuk disampaikan ke masyarakat sebagai antisipasi dampak cuaca,” ujarnya.
Baca juga: Mengenal Fenomena La Nina yang Mengancam Indonesia
BMKG memastikan bahwa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan mengalami dampak fenomena La Nina lebih awal dari wilayah lainnya.
La Nina merupakan fenomena alam yang berpotensi menambah curah hujan hingga 40% dari rata-rata normal lebih banyak di Tanah Air.
Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal yakni di sebagian wilayah Sumatera dan Sulawesi serta sebagian kecil Jawa.
"Termasuk Jabodetabek, Kalimantan, NTB dan NTT," kata Hary.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.