JAKARTA - Penggambaran sosok Nabi Muhammad SAW dilarang bagi umat islam. Larangan itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan sehingga menyebabkan kesalahan.
Profesor Quraish Shihab mengatakan, bahwa melukiskan sosok rasulullah bisa saja dilakukan namun hal itu dikhawatirkan menimbulkan berbagai hal yang tidak dikehendaki.
Hal itu disampaikan Quraish Shihab saat diskusi bersama Najwa Shihab di akun YouTube Najwa Shihab bertajuk 'Mengenali Sosok dan Pribadi Nabi Muhammad'.
"Banyak riwayat yang berbicara tentang nabi, Abi pernah katakan kalau mau dilukis sih bisa tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka dilarang dilukis dilarang ditampilkan dalam film-film," kata Quraish seperti dikutip Okezone Kamis, (29/10/2020).
Menurut Quraish sosok Nabi Muhammad SAW sangat kompleks sebagai manusia dan rasul Allah SWT. Ia pun memberikan ciri-ciri fisik nabi sebagaimana yang telah diriwayatkan.
"Orangnya tidak tinggi tidak pendek. Tidak gemuk tidak juga kurus. Rambutnya hitam sedikit bergelombang dan terurus rapi sampai diujung telinga beliau," ujarnya.
Quraish melanjutkan, Rasulullah juga memiliki dahi yang lebar dengan alis tebal yang sangat hitam. Di antara kedua alisnya nampak urat yang akan terlihat jelas ketika sedang marah.
"Jadi beliau tidak berucap kalau marah tetapi orang tahu oh ini marah, kalau uratnya (terlihat) itu manahan gejolak nafsu supaya tidak mengeluarkan kata-kata tidak elok," tuturnya.
Pendiri Pusat Studi Al-Quran (PSQ) juga menambahkan ciri fisik nabi lainnya yakni memiliki bola mata yang sangat hitam, dan bagian putihnya sangat putih. Bahkan bulu matanya juga sangat hitam seperti memakai celak
"Hidung beliau mancung tapi tidak panjang. Berjenggot lebat tapi jenggotnya sangat rapih teratur, jadi tidak semerawut begitu. (dan) kumisan," terangnya.
Beliau kata Quraish, memiliki gigi yang jarang. Dan ada pula giginya yang patah akibat terkena tombak pada saat perang.
Sementara tubuhnya berotot dan selalu tampil segar. Bahkan melihatnya caranya berjalan dilukiskan seperti jalan di dataran rendah.
"Kalau berbicara sering kali mengulang pembicarannnya tiga kali. Dan beliau selalu berusaha untuk menggunakan dialek mitra bicaranya. Kalau berbicara sering kali memukul telapak tangan kiri beliau dengan jari telunjuknya," ujar Quraish.
Nabi lanjutnya, juga tertawa dan sering tersenyum. Namun saat tertawa ia tidak terbahak-bahak meskipun hal yang disampaikan sangat lucu.
(Khafid Mardiyansyah)