TANGERANG - Sebanyak 360 jamaah umrah dari berbagai daerah berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (01/11/2020).
Mereka berangkat menggunakan pesawat Saudi Airline, dan langsung mendarat di Jeddah tanpa transit. Sebagian besar peserta jamaah umrah yang ikut pada keberangkatan perdana hari ini merupakan pengurus travel yang sudah menikah kriteria.
Kepala Bidang umrah AMPHURI, Zaki Zakaria mengatakan alasan pengurus travel diutamakan pada keberangkatan hari ini adalah untuk mengetahui kondisi dan juga teknis pelaksanaan umrah selama pandemi Covid-19. Para pengurus travel ini nantinya akan mensosialisasikan keadaan umrah saat pandemi kepada calon jamaah umrah.
"Keberangkatan hari ini semuanya kurang lebih 360 jamaah, dan kebanyakan itu penyelenggara atau pemilik travel. Untuk pemilik travel memang harus berangkat lebih dulu karena perlu mengecek secara langsung kondisi di sana," ujar Zaki di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Zaki juga menjelaskan bahwa setelah tiba di Jeddah, jamaah umrah tidak bisa langsung menjalankan umrah. Peraturan dari pemerintah Arab Saudi mengharuskan jamaah untuk menjalani karantina di hotel masing-masing selama 3 hari. Setelah menjalani karantina, jamaah umrah baru diperkenankan untuk menjalani ibadah umrah.
"Nanti di sana juga tidak bisa langsung umrah, Pemerintah Saudi mewajibkan 3 hari ketika kita sampai disana, dan 3 hari itu kita tidak boleh keluar hotel," lanjut Zaki.
Adanya peraturan ini hanya berlaku untuk sementara waktu, selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Peraturan ini kemungkinan aka berubah apabila vaksin dan obat Covid-19 telah ditemukan.
"Semua regulasi umrah semasa pandemi ni hanya untuk sementara, bukan selamanya. Kalo vaksin resmi sudah ditemukan dan vaksin itu disetujui oleh Kerajaan Saudi, kita bisa kembali normal kembali," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.