Inovatif, Siswa SMA Bikin Rompi Antipeluru dari Pelepah Pisang dan Teh

Taufik Budi, Okezone · Senin 16 November 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 512 2310391 inovatif-siswa-sma-bikin-rompi-antipeluru-dari-pelepah-pisang-dan-teh-Al3yYyhwo6.jpg Dua siswa SMA 3 Semarang buat rompi antipeluru dari pelepah pisang (Foto: iNews/Taufik Budi)

SEMARANG - Maraknya kejahatan dengan menggunakan senjata api, menggugah pelajar SMA 3 Semarang Jawa Tengah menciptakan rompi antipeluru yang ramah lingkungan.

Mereka memanfaatkan serat pelepah pisang dan kombucha dari cairan teh dan gula, yang memiliki kekuatan tak kalah dari bahan impor.

Rompi antipeluru menjadi perlengkapan wajib bagi aparat keamanan seperti pasukan polisi maupun TNI. Bukan hanya untuk antisipasi kerusuhan massa seperti unjuk rasa beberapa waktu lalu, tetapi juga untuk pengamanan objek vital di tengah masyarakat.

Tingginya kebutuhan rompi antipeluru, menggugah dua pelajar SMA 3 Semarang mencari bahan alternatif untuk pembuatannya. Sebab, selama ini bahan baku rompi antipeluru yakni kevlar dan vestran, masih impor dengan harga mahal.

Mereka memanfaatkan serat pelepah pohon pisang abaca, dan serat kombucha dari cairan teh dan gula. Serat pelepah pisang abaca memiliki karakter ulet dan tidak mudah putus. Sementara serat kombucha dari proses fermentasi teh hitam dan gula membentuk matriks miselium benang.

Dalam penelitian itu, mereka merebus teh hitam dan gula. Setelah dingin dimasukkan stater kombucha dan dibiarkan dalam proses fermentasi selama 14 hari. Setelah menjadi lembaran seperti slime, dijemur di bawah terik matahari selama tiga hari.

Untuk pembuatan serat pelepah pisang abaca, cukup mudah yakni siapkan pelepah kering dan ratakan permukaannya menggunakan panas setrika. Siapkan beberapa lapis serat pisang abaca. Baru kemudian disusun bersama serat kombucha dengan matriks resin.

Dalam proses pengujian, mereka menggunakan uji tarik dengan mesin khusus. Sementara uji balistik melibatkan aparat Brimob Polda Jateng.

"Uji tembak dilakukan pada jarak 25 dan 15 meter, menggunakan pistol glock kaliber 9 milimeter," jelas peneliti rompi antipeluru Fairuzita Harvian Rizkyandita.

Para siswa ini akan terus melanjutkan penelitian untuk mendapatkan komposisi yang tepat dalam pembuatan rompi antipeluru.

"Penelitian tersebut juga berhasil menyabet juara 2 dalam kompetisi penelitian siswa indonesia atau kopsi yang digelar belum lama ini," jelas Guru Pembimbing Agus.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini