8 Guru di Cirebon Positif Covid-19

Fathnur Rohman, Okezone · Kamis 19 November 2020 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 525 2312587 8-guru-di-cirebon-positif-covid-19-SifdMMQIjm.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

CIREBON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat, ada sekitar delapan orang guru di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menyatakan, pihaknya masih melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan mereka. Delapan guru ini positif Covid-19 setelah menjalani tes swab beberapa waktu lalu.

"Belum keluar semua. Pemeriksaan masih berjalan. Ada delapan guru yang positif dari data yang sudah masuk," kata Eni dalam keterangan yang diterima Okezone, Kamis (19/11/2020).

Eni sendiri belum tahu secara pasti di mana delapan guru ini bisa tertular Covid-19. Meski demikian, ia memastikan tracking masih terus dilakukan, walau pihaknya mengalami kendala, karena mereka tidak memiliki riwayat ke luar kota ataupun berlibur.

Dugaan sementara, sambung Eni, delapan guru ini mungkin lalai karena tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, setelah bertemu banyak orang.

Baca Juga : Jateng, Jabar dan DKI Tertinggi Kasus Covid-19, Satgas: Bukan Prestasi yang Baik

Eni menambahkan, dengan adanya delapan guru yang positif ini, ia merekomendasikan supaya sekolah mereka mengajar ditutup sementara. Sebab, kini sejumlah sekolah di beberapa kecamatan di Kabupaten Cirebon, sudah ada yang melakukan kegiatan belajar secara langsung atau tatap muka.

"Hasil pemeriksaan harus negatif baru bisa tatap muka. Rekomendasi Dinkes, saat ada yang positif, sekolah ditutup sementara," ungkap Eni.

Masih dikatakannya, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon sudah menyediakan kuota sekitar 9.000 orang untuk menjalani tes swab, dengan satu puskesmas sampelnya sebanyak 150 orang. Ia mengaku, tes swab Ini bukan hanya guru saja, melainkan ada juga untuk tenaga kesehatan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini