Sebagai Warga Taat Hukum, Ridwan Kamil Bakal Hadiri Panggilan Polisi

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 19 November 2020 22:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 525 2312694 sebagai-warga-taat-hukum-ridwan-kamil-bakal-hadiri-panggilan-polisi-DnjJeZx1XW.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Okezone)

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyebut dirinya akan menghadiri panggilan dari Bareskrim Polri. Ia dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat terjadinya kerumunan massa pada acara yang dihadiri pentolan FPI, Habib Rizieq, di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Ridwan Kamil menyebut, sebagai warga negara yang baik, ia akan memenuhi panggilan dari kepolisian tersebut.

"Tentunya saya sebagai warga yang taat hukum, hal-hal seperti ini tentunya wajib kita penuhi dengan sebaik-baiknya," kata Kang Emil dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020).

Dalam kedatangannya ke Bareskrim besok, mantan Wali Kota Bandung itu akan ditemani Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar. Kang Emil mengakui, pendampingan Biro Hukum diperlukan untuk membantunya menjawab berbagai pertanyaan seputar aturan yang berkaitan dengan protokol kesehatan.

"Jadi, besok jam 9 saya akan hadir, saya akan ditemani oleh Biro Hukum karena mungkin banyak pertanyaan-pertanyaan terkait peraturan gubernur yang berhubungan dengan protokol kesehatan dan proses proses hirarki (kewenangan pemerintah)," jelasnya.

Sementara itu, ia menyebut, hierarki kewenangan pemerintahan di Jabar berbeda dengan DKI Jakarta. Di luar DKI Jakarta, Ridwan Kamil menekankan, seluruh kewenangan yang bersifat teknis menjadi kewenangan bupati dan wali kota.

Baca Juga : Ridwan Kamil Didampingi Biro Hukum Hadapi Penyidik Bareskrim Polri

"Jadi, ada ribuan kegiatan setiap tahun di seluruh Jawa Barat itu dikelolanya oleh bupati dan wali kota karena hubungan antara bupati wali kota dengan gubernur itu koordinatif. Jadi, tidak wajib melaporkan hanya sifatnya koordinasi. Lain halnya dengan polisi atau Kodam yang sifatnya komando di mana laporan harus langsung," ujar Kang Emil.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini