86 Karyawan PLTU Positif Covid-19, Bupati Cirebon Pelototi Klaster Industri

Fathnur Rohman, Okezone · Jum'at 20 November 2020 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 525 2313342 86-karyawan-pltu-positif-covid-19-bupati-cirebon-pelototi-klaster-industri-mKnvzhnAw1.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

CIREBON - Munculnya klaster industri yang terjadi di perusahaan pembangkit listrik atau PLTU Cirebon, Jawa Barat, menjadi perhatian serius dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi meminta, agar pihak perusahaan tidak lengah dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan mereka. Sebab, ada sekitar 86 karyawan di perusahaan pembangkit listrik itu yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Salah satu klaster yang mendapatkan perhatian, yaitu munculnya klaster industri yang terjadi di perusahaan pembangkit listrik. Saya mendengar ada sekitar 86 karyawan di perusahaan pembangkit listrik tersebut, yang terkonfirmasi Covid-19," ujar Imron dalam keterangan yang diterima Okezone, Jumat (20/11/2020) sore.

Imron menerangkan, saat ini pihak perusahaan sudah menyewa salah satu hotel, untuk dijadikan tempat isolasi bagi karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ia sendiri sangat mengapresiasi langkah tersebut.

Baca Juga: Ridwan Kamil: 5 Warga Positif Covid-19 Usai Acara Habib Rizieq di Megamendung

"Karena kalau tidak memiliki tempat khusus, tidak menjamin mereka tidak keluar atau berinteraksi dengan masyarakat lainnya," ujar Imron.

Selain klaster industri PLTU Cirebon, Imron tidak menampik kalau ada lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon dalam beberapa hari ini. Ia menduga, salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat sudah jenuh dengan Covid-19, sehingga mereka abai menerapkan aturan protokol kesehatan.

"Kalau kita, jangan sampai bosan. Terus berikan pemahaman kepada masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni memaparkan, pihaknya mencatat ada sebanyak 83 kasus positif Covid-19 baru di Kabupaten Cirebon, sehingga jumlah total kasus mencapai angka 1.804 kasus.

Dari data itu, sambungnya, jumlah pasien bergejala dan tidak bergejala hampir seimbang, yakni bergejala berjumlah 837 kasus dan tanpa gejala 967 kasus.

"Sekarang hampir imbang, bergejala 46 persen dan tidak bergejala 54 persen," ucap Eni.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini