Positif Covid-19, Pendeta HKBP Meninggal

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Senin 23 November 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 608 2314481 positif-covid-19-pendeta-hkbp-meninggal-N8QPIbr4Ju.jpg Foto ilustrasi Okezone

TAPANULI UTARA - Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berinisial DS (56), meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif sebagai pasien Covid-19 di Rumah Sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 di RSUD Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Provinsi Sumatera Utara.

(Baca juga: Jenderal Dudung Ingin Bubarkan FPI, Markas Kodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga)

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Taput, Indra Simaremare membenarkan Pendeta DS yang juga menjabat Ketua Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH) HKBP meninggal dunia di RSUD Tarutung, sebagai pasien Covid-19.

Indra Simaremare menerangkan, Pendeta DS pada Minggu 15 November 2020, Pukul 23.00 WIB, masuk IGD RSUD Tarutung dengan diagnosa DHF, dehidrasi sedang, Pneumonia dd TB Paru dan dirawat di ruang rawatan biasa atau ruang Dahlia. Dan selanjutnya Selasa 16 November 2020, dilakukan foto rontgen, megingat adanya riwayat pneumonia.

(Baca juga: Vaksin Covid-19 Tak Cukup Jamin Keamanan Perjalanan Luar Negeri)

Kemudian pada Rabu 17 November 2020, sebut Indra Simaremare, dilakukan pengambilan sample usap atau Swab melalui nasofaring dengan hasil Sars Cov-2 positif atau Covid-19, sesuai hasil mesin TCM. Lalu Pendeta DS dipindahkan ke ruang isolasi dengan diagnosa konfrmasi Covid-19, DHF, dehidrasi sedang, Bronkitis, gastroenteritis akut, DM tipe 2 dan Hipertensi Heart Disease (HHD).

"Selama perawatan, terapi yang dilakukan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Untuk proses Tracing dan Testing telah dilakukan terhadap kontak erat, yakni istrinya berinisial MRS. Hasil dari laboratorium TCM RSUD Tarutung, MRS dinyatakan terkonfirmasi positif sars cov 2 dan selanjutnya dirawat di ruang isolasi hingga saat ini karena ada gangguan elektrolit," ungkap Indra Simaremare kepada Okezone, Senin (23/11/2020).

(Baca juga: Datangi Petamburan, Kapolda Metro Jaya: Bila Perlu Kita ke Rumah-rumah hingga Kamar Tidur)

Minggu 22 November 2020, Pukul 09.00 WIB, ujar Indra Simaremare, Pendeta DS mengalami perburukan dan penurunan kesadaran dan dipindahkan ke ruang ICU isolasi. Pada Pukul 10.05 WIB, Pendeta DS dinyatakan meninggal dan dikebumikan secara Protokol Kesehatan Covid-19 pada Minggu sore.

"Kami satuan tugas percepatan penanganan Covid-19, tetap menganjurkan agar masyarakat terapkan Protokol Kesehatan. Selalu gunakan masker ketika keluar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak perlu panik dan menjaga imunitas tubuh," imbuh Indra Simaremare.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini