SMKN Jateng Jadi Klaster Covid-19, Penularan dari Guru

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 04 Desember 2020 22:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 512 2321981 smkn-jateng-jadi-klaster-covid-19-penularan-dari-guru-fabukjYSvX.jpg Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto: Okezone)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah memerintahkan SMKN Jateng tutup sementara setelah sejumlah pelajar terpapar Covid-19. Dia juga meminta seluruh sekolah termasuk boarding school yang tidak di bawah pengelolaan Pemprov Jateng melakukan tes kepada para pelajar.

"Saya belum tahu daftar terakhir. Kemarin saya dilapori di SMK Jateng ada yang terpapar terus kemudian saya cek penularan dari mana. Ternyata ada dari gurunya,” kata Ganjar saat ditemui di Rumah Dinas Puri Gedeh, Jumat (4/12/2020).

“Sudah kita tutup dan saya suruh untuk tes semuanya. Kita minta untuk uji coba kita tutup semuanya, sudah dua hari ini," terangnya.

Dia mengatakan, munculnya kasus sejumlah pelajar yang terpapar Covid-19 menjadi peringatan agar semua tetap berhati-hati dan waspada. Termasuk rencana penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) Januari 2021. Sebab, sekolah yang menerapkan boarding school dengan pengawasan ketat saja masih ada potensi untuk penularan.

"Statement saya tidak akan berubah, semua akan bergantung pada kondisi. Bayangkan yang sudah kita siapkan saja, mereka berasrama, mereka tidak keluar, itu saja bisa tertular, (penularan) itu ternyata dari orang yang keluar-masuk. Maka kita memang hati-hati betul dan ke Januari itu buat saya harus hati-hati. Termasuk yang di Jepara beberapa waktu lalu. Tutup, jangan lama-lama," katanya.

"Kemungkinan besar belum kalau melihat pertumbuhan seluruh dunia masih begini, apalagi yang ada di Jawa saja kayak gini. Lebih baik kita menyiapkan dan hati-hati soal ini," lanjut Ganjar saat disinggung mengenai rencana PTM di bulan Januari 2021.

Sekadar diketahui, beredar informasi sebanyak 179 siswa SMKN Jateng di Kota Semarang terpapar Covid-19. Di antaranya 22 siswa menjalani isolasi di Gedung BPSDMD Srondol Semarang dan lima pelajar lainnya dinyatakan sudah negatif virus corona.

Selain itu, juga ditemukan 152 siswa lain yang terpapar Covid-19. Sehingga bila ditotal terdapat 179 siswa, dan lima siswa di antaranya sudah sembuh. Sedangkan jumlah siswa yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka sebanyak 223 pelajar.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini