Hina Gus Dur, Ustadz Maaher Juga Dilaporkan Ke Polda Jatim

Lukman Hakim, Koran SI · Jum'at 04 Desember 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 519 2321658 hina-gus-dur-ustadz-maaher-juga-dilaporkan-ke-polda-jatim-ibfzjmLKCO.jpg Tangkapan layar media sosial

SURABAYA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata sebagai tersangka ujaran kebencian melalui akun media sosial Twitter miliknya, @ustadzmaaher_. Polisi saat ini telah menahan Ustadz Maaher selama 20 hari kedepan di Rutan Bareskrim Mabes Polri.

(Baca juga: Sindir Ustadz Maaher, Gus Miftah: Ini Bukan Kriminalisasi tapi Proses hukum ke Ulama yang Kriminil!)

Ustadz Maaher sendiri dilaporkan oleh Waluyo Wasis Nugroho pada 27 November lalu ke Bareskrim Mabes Polri. Dalam laporan itu Maaher diduga menghina kiai Nahdlatul Ulama (NU), Habib Luthfi bin Yahya. Bahkan Waluyo juga pernah melaporkan Ustadz Maaher ke Polda Jatim karena diduga menghina Presiden ke 4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jatim ini mengatakan pihaknya melaporkan akun Maaher ke Ditreskrimsus Polda Jatim Surabaya pada 16 November 2020 lalu. Sedangkan ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta, 27 November 2020.

“Pelaporan saya lakukan setelah saya membaca cuitan akun twitter @ustadzmaaher_ yang diduga menghina sejumlah tokoh bangsa. Cuitan tersebut dengan kata-kata yang tidak pantas,” katanya, Jumat (4/12/2020).

Cuitan yang dimaksud Waluyo yakni saat Maheer menyebut Gus Dur adalah 'Kiai Buta', serta mengatakan Habib Luthfi bertambah cantik karena mengenakan kerudung atau kain sorban. Namun, saat ditelusuri di akun @ustadzmaaher_ cuitan itu diduga telah dihapus. “Saya ada (alat) bukti flashdisk, rekaman ujaran Maaher dan screencapture cuitan dia," tandas Waluyo.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya sempat menerima laporan kasus ini. Namun, karena ada laporan serupa di Mabes Polri, laporan tersebut dialihkan untuk ditangani menjadi satu. "Laporannya dijadikan satu ke mabes," tutup Gidion.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini