KPU Jateng Sebut 90% Petugas KPPS Sudah Jalani Rapid Test

Felldy Utama, iNews · Sabtu 05 Desember 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 512 2322234 kpu-jateng-sebut-90-petugas-kpps-sudah-jalani-rapid-test-Kb8M8Yfsbo.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat memastikan, pihak penyelenggara sudah melakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes cepat (rapid test) Covid-19, kepada kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sebelum menjalani tugasnya di Tempat pemungutan Suara (TPS), pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

"Ini sudah hampir 90 persen lebih sudah kita rapid, dan ini masih berjalan menuntaskan sisa 4 hari ini," kata Yulianto dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Covid Naik Jelang Pilkada 9 Desember, Bagaimana Antisipasinya?', Sabtu (5/12/2020).

Baca juga:

Satgas Covid-19 Siap Sediakan Rapid Tes bagi Petugas Pengawas TPS   

Cegah Klaster Pilkada, Satgas Imbau Paslon Tidak Kerahkan Massa di Hari Pencoblosan 

Jelang Pencoblosan Pilkada, Zona Merah Covid-19 di Daerah Penyelenggara Bertambah   

Kendati demikian, dia mengakui jika dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan ini, pihaknya sempat menemukan kendala di lapangan. Dimana, banyak petugas KPPS yang tidak bersedia untuk dilakukan rapid test untuk petugas kesehatan.

"Yang namanya orang desa kadang takut nanti kalau di rapid terus reaktif, terus di swab, akhirnya dia harus diisolasi, jadi dia enggak bisa bekerja harian, padahal nafkahnya bekerja harian. Itu di beberapa tempat sempat ada sedikit keengganan petugas KPPS itu enggak bersedia buat di rapid," ujarnya.

Akan tetapi, katanya, pihak penyelenggara tak putus asa untuk menjalankan salah satu syarat yang harus dipenuhi petugas KPPS ini. Yulianto menuturkan bahwa KPU terus berkoordinasi dengan Satgas dan pemerintah daerah setempat untuk melakukan pendekatan-pendekatan terhadap petugas KPPS yang enggan di rapid test. Apalagi, satgas ini sudah dibentuk sampai level desa, bahkan RT/RW.

"Nah peran-peran ini lah yang kami mintai tolong kerja sama untuk pendekatan terhadap petugas KPPS, dan alhamdulillah akhirnya bersedia untuk di rapid, karena itu syarat agar pemilih itu juga nyaman datang ke TPS karena petugas TPS nya sudah dirapid terlebih dahulu," pungkasnya.

 

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini