Pemprov Jatim Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 di Libur Nataru

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 06 Desember 2020 00:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 519 2322440 pemprov-jatim-waspadai-kenaikan-kasus-covid-19-di-libur-nataru-Ms17mQ7T4c.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

MALANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mewaspadai adanya potensi kenaikan kasus positif Covid-19 baru saat libur natal dan tahun baru. Hal ini disebut lantaran tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang natal dan tahun baru (nataru).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan saat libur panjang interaksi masyarakat di Jawa Timur cukup tinggi dan berpotensi terjadi penularan Covid-19.

"Menjelang libur panjang akhir tahun, kita bisa melihat data ketika terjadi interaksi masyarakat yang mobilitasnya tinggi, maka ada kecenderungan peningkatan kasus COVID-19 yang cukup signifikan," kata Khofifah usai memimpin rapat koordinasi di Kota Malang, pada Sabtu (5/12/2020)

Menurut Khofifah, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur, peningkatan interaksi masyarakat tersebut terjadi pada saat libur perayaan Idul Fitri, peringatan 17 Agustus, termasuk pada libur panjang akhir Oktober hingga awal November 2020.

"Ketika melihat data seperti itu, tentu kita harus membangun kewaspadaan dan kehati-hatian, termasuk kesiapsiagaan, bahwa akan ada libur panjang akhir tahun," kata Khofifah.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten/kota, termasuk instansi terkait seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi).

"Pelapisan koordinasi ini memang harus kami lakukan dan tentu dengan cek lapangan," tandas mantan menteri sosial ini

Baca Juga : Terlibat Kecelakaan, Wakil Ketua DPD Mahyudin : Alhamdulillah Sehat

Di Jawa Timur, dari 38 kabupaten / kota mayoritas didominasi oleh zona oranye, sedangkan ada empat yang berstatus zona merah atau wilayah yang memiliki risiko tinggi penyebaran COVID-19, yakni Kabupaten Situbondo, Jember, Jombang, dan Kota Batu. Sementara hanya dua kabupaten yang masuk kategori zona kuning yakni Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Sampang.

Tercatat di Jawa Timur secara keseluruhan ada 64.440 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total kasus tersebut, sebanyak 56.386 pasien dinyatakan sembuh, 4.550 orang dilaporkan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini