Gubernur Jatim Sebut RS Lapangan Bisa Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 06 Desember 2020 04:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 519 2322455 gubernur-jatim-sebut-rs-lapangan-bisa-tekan-angka-kematian-akibat-covid-19-xDRAh9LFPz.jpg Gubernur Khofifah meninjau RS Lapangan Covid-19 di Malang (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG – Rumah sakit lapangan Covid-19 di Malang disebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sangat penting untuk memberikan layanan ke pasien bergejala ringan hingga sedang.

"Dua hari lalu, Kepala BNPB dan lainnya sudah melihat fisik dari pembangunan tersebut. Mudah-mudahan, tujuh sampai 10 hari kedepan bisa disiapkan untuk memberikan layanan, terutama untuk pasien dalam kondisi ringan sampai sedang," terang Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ketika melakukan Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya di Gedung BPSDM Jalan Kawi, Kota Malang, Sabtu (5/12/2020)

Selain sebagai antisipasi penularan pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG), Khofifah mengungkapkan keberadaan rumah sakit lapangan Covid-19 bisa mengurangi angka kematian bila berkaca pada rumah sakit lapangan di Surabaya.

"Best practice di rumah sakit darurat lapangan di Surabaya ternyata sampai hari ini 0 persen kematian. Itu artinya efektifitas dari layanan darurat lapangan sudah punya best practice dan role model. Sehingga, di Malang nanti bisa mengikuti format rumah sakit darurat lapangan yang sedang kita siapkan dengan format yang sudah kita lakukan di Surabaya," jelas Khofifah.

Khofifah menerangkan fasilitas rumah sakit lapangan yang berbeda dikarenakan adanya fasilitas taman dan teras di setiap kamarnya.“Tamannya sudah siap, ada teras. Jadi kalau misalnya, bedanya kalau di sini mungkin saat dia boring (bosan) di kamar, dia bisa sambil apa dengan temannya,” tuturnya.

Selain itu di rumah sakit lapangan bernama RS Idjen Boulevard disebut Khofifah, juga disediakan ruang isolasi bertekanan negatif bila dibutuhkan. “Sebagaimana rumah sakit untuk melayani pasien covid-19. Kenapa ini dipasang negatif pressure ya kalau misal ini dibutuhkan, akan dipergunakan untuk melayani dengan gejala klinis tertentu,” bebernya.

Baca Juga : Mensos Juliari Diduga Terima Suap Bansos Covid-19 Rp8,2 Miliar

Segala fasilitas yang tersedia di rumah sakit lapangan ditegaskan mantan menteri sosial ini gratis alias tidak dipungut biaya. Para pasien bisa memanfaatkan fasilitas itu demi dapat memulihkan kondisi jiwa dan raga pasien.

“Yang sudah terkonformasi, segera isolasi, di sini free, tidak dipungut biaya. Jadi teman-teman di media bisa menyampaikan pesan ini kepada masyarakat. Tentu yang masuk ke sini, yang sudah terkonfirmasi positif. Ada kafe 24 jam free, sama dengan rumah sakit darurat yang ada di Surabaya,” tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini