Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Suryo Prabowo, Jenderal Ahli Bahan Peledak yang Pernah Masuk Daftar Hitam

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 15 Desember 2020 |13:17 WIB
Mengenal Suryo Prabowo, Jenderal Ahli Bahan Peledak yang Pernah Masuk Daftar Hitam
Suryo Prabowo: Source Instagram
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melantik mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (TNI), Letjen TNI (Purn) Johannes Surjo Prabowo sebagai Ketua Tim Pelaksana KKIP. Pelantikan dilaksanakan di Ruang Hening Gedung Soedirman Kementerian Pertahanan, Jakarta.

(Baca juga: Masuk Daftar Hitam, Mantan Kasum TNI Tuntut Singapura Minta Maaf)

Suryo Prabowo selama ini, dikenal sebagai salah satu purnawirawan yang getol membela Prabowo Subianto. Dia pun sangat aktif di media sosial, bahkan saat penunjukkan Menhan Prabowo Subianto untuk menangani pangan nasional, Suryo Prabowo pun ikut mendukungnya.

“Pak Menhan sekarang ini memang multitasking. Tidak saja ngurusi pembangunan kekuatan pertahanan, tetapi juga kesehatan, pendidikan, pembukaan lahan untuk ketahananpangan dan diminta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi” tulisnya di akun Twitter resminya @JSuryoP1.

(Baca juga: Prabowo Subianto Lantik Suryo Prabowo Jadi Ketua Tim Pelaksana KKIP)

Peraih Adhi Makayasa 1976 ini juga pernah mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan saat melakukan transit di Bandara Changi, Singapura, Rabu (17/72016). Tepat pada HUT RI ke 71 tahun, mantan panglima Kodam Jaya tersebut masuk daftar hitam di kantor imigrasi Singapura.

Mengutip wikipedia, Selasa (12/15/20202), Suryo Prabowo adalah seorang Prajurit Zeni TNI AD yang autodidak, atau seseorang yang mendapat keahlian dengan cara belajar sendiri. Hal ini terlihat ketika pada tahun 1978 ketika dia dapat menyelesaikan tugas bantuan peledakan/demolisi dalam pembangunan fondasi bagi buoy kapal di bawah laut perairan pelabuhan di Sibolga, Sumatera Utara.

Padahal sebelumnya dia belum pernah mengikuti pendidikan menyelam (scuba diving) dan demolisi bawah air. Pengalaman tugas inilah yang memotivasinya untuk membuka Pendidikan Penjinakan Bahan Peledak dan Demolisi tingkat Utama bagi Prajurit Zeni Kopassus.

Suryo Prabowo pertama kali bertugas di Batalyon Zeni Tempur 1/Kodam II/Bukit Barisan (sekarang Kodam I/Bukit Barisan) sebagai komandan peleton (Danton) dan sejak penugasannya tersebut dia sangat sering diperbantukan ke berbagai batalyon infanteri (yonif) dalam pelaksanaan operasi militer di Timor Timur, Aceh dan Papua.

Puncak karier ayah dua orang putra ini adalah saat dia dilantik sebagai Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggantikan Marsekal Madya TNI Edy Harjoko yang memasuki masa pensiun.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement