Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Varian Baru Covid-19, Ini Imbauan Satgas kepada Masyarakat

Rina Anggraeni , Jurnalis-Kamis, 24 Desember 2020 |21:02 WIB
 Kasus Varian Baru Covid-19, Ini Imbauan Satgas kepada Masyarakat
Juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Wiku (foto: Dok BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Varian baru Covid-19 yang ditemukan di sejumlah negara. Salah satunya varian Corona dari Inggris yaitu VUI 202012/01.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, agar masyarakat tidak banyak melakukan aktivtas di luar. Hal ini dikarenakan virus baru ini penularanya sudah cepat dan sudah masuk di Singapura.

"Pas liburan natal dan tahun baru jadi ini peringatan, jangan dilawan keadaan ini sebainnya kita enggak melakukan perjalanan, kita menghindari mobilitas penduduk," kata Wiku dalam video virtual, Kamis (24/12/2020).

Baca juga:  Kedubes Inggris: Varian Baru Covid-19 Berkemampuan Transmisi 70 Persen Lebih Tinggi

Menurutnya, adanya mobilitas penduduk itu kemungkinan virus itu menular lebih cepat dan berpotensi masuk ke Indonesia. Untuk itu tetap tinggal dirumah dalam mencegah virus baru masuk ke Indonesia.

"Kalau sudah masuk di Asia dan berpotensi akan masuk ke Indonesia, tinggal di rumah saja, liburan di rumah saja dan aman serta nyaman tanpa harus jalan-jalan yang tidak menimbulkan potensi penularan ini memberikan kesempatan apalagi virus vairan baru dan potensi penularannya baru," tandasnya.

Baca juga:  Gawat! Ada 3.000 WNA Masuk Indonesia Positif Covid-19

Sebelumya, Pemerintah Indonesia akan mewaspadan varian virus Covid-19. Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengayakan mutasi virus baru ini lebih cepat.

"Jadi ada mutasi bisa menyebabkan penularan lebih cepat yang mana dia bisa menular dan dibawa yang terinfeksi. Varian baru ini harus diwaspadai," katanya

Lanjutnya, varian baru ini ditemukan di Inggris pada 20 september. Per 13 Desember sudah lebih dari 1.100 kasus yang terdeteksi di Inggris Raya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement