Keluarga juga menilai janggal tes swab dari pihak RSUD Brebes. Hasil tes yang keluarga dalam waktu sehari dinilai terlalu cepat. Setelah itu, istrinya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Karena tidak percaya dengan hasil tes itu, keluarga dan warga mengambil paksa jenazah untuk dimakamkan secara layak.
"Ada komplikasi lambung, tapi sebelumnya sudah diizinkan pulang. Kalau tes Covid-19 itu kan dua hari. Ini baru sehari masa dibilang Covid-19," kata Sumarlin.
Sementara Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana menyatakan jika pasien yang meninggal dunia sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Dedy Jaya dan selanjutnya dirawat di RSUD Brebes setelah dinyatakan positif Covid-19. Saat menjalani perawatan, pasien tersebut melahirkan dan oleh pihak keluarga dipaksa pulang beberapa hari lalu.
Namun pada Jumat sore kemarin, pasien dibawa kembali oleh pihak keluarga ke RSUD karena kondisinya semakin kritis. Pasien akhirnya meninggal dunia pada Sabtu dini hari.
Baca Juga : Kasus Harian Covid-19 di DIY Pecahkan Rekor
"Pasien ini sesuai pemeriksaan hasilnya itu positif Covid-19. Kalau positif itu kan pemakamannya juga khusus. Namun pihak keluarga tidak mau mengikuti aturan sebagaimana perlakuan untuk jenazah pasien Covid-19,” ujar Suprana.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.