Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Usai Berlibur, Menkes Ingatkan Warga Kurangi Mobilitas 10 Hari demi Kurangi Lonjakan Covid-19

Fahreza Rizky , Jurnalis-Selasa, 29 Desember 2020 |15:33 WIB
Usai Berlibur, Menkes Ingatkan Warga Kurangi Mobilitas 10 Hari demi Kurangi Lonjakan Covid-19
Budi Gunadi Sadikin. (BPMI)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, lonjakan virus corona (Covid-19) akan terjadi sekitar 30 sampai 40 persen setelah libur panjang pada pengujung tahun ini. Hal itu terjadi karena mobilitas masyarakat cukup tinggi.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk memastikan kesiapan rumah sakit dalam penanganan Covid-19.

"Saya sudah berbicara dengan beberapa gubernur ingin memastikan bahwa rumah sakit kita siap. Ruang isolasi yang cukup, ranjangnya cukup, ICU-nya cukup, dokternya juga cukup, perawatnya ada, obatnya siap, alat pelindung diri (APD) siap, dan lain sebagainya," tuturnya saat jumpa pers secara virtual di Kantor Presiden, Selasa (29/12/2020).

Budi menuturkan, berdasarkan pengalamannya, lonjakan infeksi virus corona akan terjadi pada 10 atau 14 hari setelah libur panjang selesai. Ia mencontohkan, bila masa liburan selesai pada 1 atau 2 Januari 2021, lonjakan kasus Covid-19 akan terjadi sekitar 16 sampai 18 Januari 2021.

"Kita ingin memastikan bahwa seluruh infrastruktur kesehatan di seluruh kota-kota besar yang taraf infeksinya tinggi itu siap dan kami akan bekerja keras di liburan akhir tahun ini untuk memastikan bahwa ini siap," tutur Budi.

Baca Juga : Presiden Jokowi: Bansos Harus Disalurkan Awal Januari 2021, Jangan Sampai Ada Potongan!

Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 8 Juli 1964, ini mengimbau masyarakat Indonesia yang saat ini sedang berlibur, hendaknya setelah pulang nanti dapat mengurangi mobilitas atau pergerakannya selama lima sampai 10 hari. Hal ini penting demi mengurangi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur panjang.

"Dengan demikian itu bisa membantu mengurangi lonjakan dari infeksi Covid-19 sesudah liburan panjang. Ini akan sangat membantu para tenaga kesehatan, para dokter, para perawat yang harus bekerja sangat keras nantinya kalau ada banyak pasien-pasien yang masuk rumah sakit," imbuhnya.

Budi menjelaskan, 30% dari tiap 100 orang yang terinfeksi virus corona harus dirawat di rumah sakit. Sedangkan 5% dari 30% yang harus dirawat itu harus masuk ruang ICU. Oleh sebab itulah, ia mengajak masyarakat mengurangi mobilitas di masa libur akhir tahun untuk mengurangi derajat infeksi virus.

Baca Juga : Ruang Isolasi untuk Pasien Covid-19 Kian Menipis

"Jadi kalau kita sama-sama bisa mengurangi derajat infeksi bisa memastikan bahwa teman-teman itu sehat, tidak terlalu mobile atau mobilitasnya tidak tinggi selama 10 hari pertama di awal tahun 2021 itu akan sangat membantu untuk rekan-rekan kesehatan yang ada di rumah sakit," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement