Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PKB Desak Tokoh Agama Masuk Prioritas Vaksinasi Covid-19

Abdul Rochim , Jurnalis-Selasa, 05 Januari 2021 |11:22 WIB
PKB Desak Tokoh Agama Masuk Prioritas Vaksinasi Covid-19
Sekretaris Fraksi PKB Fathan Subchi (Foto: Abdul Rochim)
A
A
A

JAKARTA – Tingginya angka kematian di kalangan tokoh agama selama pandemi Covid-19 di Indonesia memunculkan keprihatinan banyak kalangan. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR mendesak agar para tokoh agama masuk prioritas imunisasi Vaksin Covid-19.

“Kami mendesak kepada pemerintah agar tokoh agama menjadi prioritas utama selain tenaga kesehatan untuk segera mendapatkan imunisasi Vaksin Covid-19,” ujar Sekretaris Fraksi PKB DPR Fathan Subchi, Selasa, (5/1/2020).

Dia menjelaskan, tokoh agama merupakan salah satu sosok sentral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia. Mereka tidak hanya menjadi sumber legitimasi spiritual, tetapi juga menjadi jujugan masyarakat dalam mengadukan permasalahan sehari-hari.

“Pun dalam masa pandemi Covid-19, mereka tetap didatangi para tamu dan jamaah, meskipun secara formal ada pembatasan sosial. Di daerah-daerah masyarakat tetep berbondong-bondong ke rumah kiai, ustadz, atau pastor untuk sekadar silaturahmi atau bertanya solusi berbagai persoalan hidup mereka,” katanya.

Baca Juga: Cita-Cita Mulia Syekh Ali Jaber, Jadikan Generasi Muda Lombok Tahfidz Quran

Fathan mengatakan para kiai, ustadz, maupun tokoh agama kerap tidak bisa menolak kedatangan para jamaah ke kediaman mereka. Mereka tetap mendengarkan, memberi nasihat, maupun sekadar mengajak sendar gurau, agar para jamaah sejenak melupakan beban berat hidup mereka.

“Belum lagi Ketika para tokoh agama tersebut harus menghadiri undangan pengajian atau memberikan pelayanan yang memaksa mereka berada di kerumunan, meskipun memakai protokol Kesehatan ketat,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement