Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Periskop 2021: 20 Januari, Bersiaplah untuk "Langkah Baru" di AS

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 06 Januari 2021 |08:05 WIB
Periskop 2021: 20 Januari, Bersiaplah untuk
Foto: Reuters
A
A
A

• Pekerjaan dan ekonomi

Biden juga memprioritaskan penanggulangan krisis ekonomi yang dipicu pandemi. Biden menginginkan paket stimulus besar-besaran lainnya, termasuk lebih banyak bantuan pengangguran dan stimulus langsung.

Dalam jangka panjang, dia menginginkan rancangan undang-undang seperti Undang-Undang Perlindungan Hak Berorganisasi yang didukung serikat, serta bantuan pemerintah untuk membantu merevitalisasi manufaktur dan investasi infrastruktur baru.

• Iklim

Biden tidak ingin menyebut kebijaka ini sebagai Kesepakatan Baru Hijau, tetapi rencana membangun kembali lingkungan yang lebih baik.

Nantinya dia ingin semua kebijakan ekonomi diarahkan ke pekerjaan ramah lingkungan dan energi bersih.

Termasuk merinci rencana untuk mengalihkan konsumsi AS ke energi bersih 100 persen dan mencapai emisi karbon nol-bersih pada tahun 2050.

Di sisi punishment, Biden ingin menggunakan peraturan pemerintah untuk menghukum para pelaku pencemaran lingkungan yang kerap merugikan. Dia juga telah menyerukan untuk bergabung kembali dengan Perjanjian Iklim Paris.

• Reformasi pemerintah

Banyak kaum progresif telah menyerukan reformasi demokrasi, yang mencakup perubahan sistem pemungutan suara dan undang-undang keuangan kampanye dan penetapan kembali bagian dari undang-undang hak suara yang telah dibatalkan.

Biden telah mendukung semua perubahan itu. Dia bahkan mengungkapkan keterbukaan terhadap ide-ide yang lebih radikal, seperti memperluas pengadilan dan membuat District of Columbia, yang kemungkinan akan memberi Demokrat dua kursi di Senat.

• Kesehatan

Biden adalah pembela setia Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang juga dikenal sebagai Obamacare. Dia beralasan, undang-undang, yang disahkan saat dia menjadi wakil presiden ini tidak boleh dibuang semuanya, tetapi dukup diperbaiki.

Dia bahkan menolak seruan partainya yang meminta agar undang-udang itu dibatalkan dan memberlakukan perawatan kesehatan universal.

Dia telah mendukung opsi publik"untuk bersaing dengan perusahaan asuransi swasta di pasar, yang nantinya akan menjadi “Bidencare”. Biaya untuk program ini diperkirakan sebesar USD750 miliar (Rp10.614 triliun).

Sementara itu, pengamat independen memproyeksikan jika proposal ini akan menurunkan premi perawatan kesehatan.

• Pajak

Menurut Pusat Kebijakan Pajak nonpartisan, Biden telah mengusulkan serangkaian kenaikan pajak dengan total sekitar USD4 triliun. Ini akan digunakan untuk membiayai berbagai program barunya. Termasuk menaikkan tarif pajak perusahaan dari 21 persen menjadi 28 persen dan memulihkan tarif individu 39,6 persen untuk pendapatan tertinggi.

Kendati demikian, Biden berulang kali berjanji selama kampanye untuk tidak menaikkan pajak terhadap orang Amerika yang berpenghasilan kurang dari USD400.000 (Rp5,6 miliar).

• Imigrasi

Biden mengisyaratkan dia akan memperlambat deportasi. Dia juga ingin mengurai kebijakan restriktif Presiden Donald Trump tentang pengungsi dan program Deferred Action for Childhood Arrival.

Dia juga berjanji untuk mengusulkan undang-undang dalam 100 hari pertamanya yang akan menciptakan jalan menuju kewarganegaraan bagi orang-orang di AS secara ilegal sambil mengamankan perbatasan negara dengan cara yang manusiawi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement