Dalam Sehari, Densus 88 Gerebek 5 Lokasi Terduga Teroris di Sulsel

Wahyu Ruslan, iNews · Kamis 07 Januari 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 609 2340555 dalam-sehari-densus-88-gerebek-5-lokasi-terduga-teroris-di-sulsel-KXLHqsdEPm.jpg Polda Sulsel bersama Densus 88 merilis penangkapan terduga teroris (Foto: Wahyu Ruslan)

MAKASSAR - Tim Densus 88 anti teror melakukan penangkapan jaringan kelompok teroris di lima lokasi berbeda di daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu 6 Januari 2021. 

Sebanyak 20 orang diamankan, dua terduga teroris di antaranya tewas tertembak dan satu orang lainnya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka tembak. Sementara 17 orang lainnya diamankan di Mapolda Sulsel beserta sejumlah barang bukti.

Dalam penggerebekan ini tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama tim Gegana Polda Sulsel berhasil mengamankan beberapa barang bukti, seperti satu rakitan bom, senjata api sebanyak 6 pucuk, senjata tajam seperti parang, badik, pedang dan samurai serta busur, dan beberapa buku yang mengandung ajaran jihad.

Baca Juga: Satu Terduga Teroris di Makassar Dirawat karena Tertembak

Selain mengamankan barang bukti, tim Densus 88 Antiteror juga mengamankan 18 orang lainnya di lima titik berbeda, di kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Enrekang, Sulsel.

Dua pelaku terduga teroris tewas di tempat usai ditembak petugas dikarenakan berusaha melakukan penyerangan terhadap petugas dengan menggunakan parang dan senapan angin, serta satu orang mengalami luka tembak dan kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

"Dilakukan penangkapan 18 orang di lokasi berbeda, di 5 titik lokasi penangkapan," ujar Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam saat merilis merilis hasil penangkapan di Mapolda Sulsel bersama Densus 88, Kamis (7/1/2021).

Terduga teroris tersebut merupakan jaringan JAD bersama dengan ratusan jamaah lainnya yang menyatakan baiat kepada kilafah atau ISIS pada 2015 silam di Pondok Pesantren (Ponpes) Arridho pimpinan Ustadz Basri yang telah meninggal dunia di Nusa Kambangan dalam kasus teror.

Baca Juga: Penggerebekan Terduga Teroris di Makassar, 18 Diamankan 2 di Antaranya Ditembak Mati

Selain itu, pada 2016 bersama keluarga hijrah bergabung dengan organisasi ISIS di Suriah, namun dapat dibatalkan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini