TANGERANG - Menggunakan celana jeans dan pakaian casual, Grislend Gloria Natalies, akhirnya berangkat dari Bekasi menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. Langkahnya ringan, wajahnya seperti biasa, ceria.
Gris, demikian gadis cantik itu biasa dipanggil, merupakan salah satu pramugari ekstra Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak, di sekitar perairan Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Baca juga: Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, Malaysia Sampaikan Belasungkawa dan Dukacita
Itulah kesan terakhir keluarga terhadap Gris. Tidak ada firasat, dan gejala aneh. Semua berjalan normal seperti biasa. Hingga akhirnya, ramai diberitakan kecelakaan udara menimpa pesawat Sriwijaya Air, pada Sabtu 9 Januari 2021.
"Enggak ada firasat. Dia berangkat dari rumah tantenya, di Bekasi," kata Robert Sinaga (57), ayah kandung Grislend Gloria Natalies, kepada MNC Portal, di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Minggu (10/1/2021).
Baca juga: Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ-182 Minta Masyarakat Tak Sebar Foto Kerabatnya
Percakapan terakhir keluarga dengan Gris juga biasa. Menanyakan gayanya yang santai, membawa koper besar berisi pakaian dinas pragawati. Rencananya, setibanya di Pontianak, Gris akan menggantikan pramugari kru aktif.
"Memang dari rumah juga ngomongnya begitu. Katanya, tante saya yang ekstra kru. Makanya pakaian saya dalam koper semua. Ya, dia pakai pakaian biasa, celana jeans, baju biasa, dan membawa koper besar," sambungnya.
Pengalaman Gris, bekerja sebagai pramugari ternyata cukup panjang. Dia sudah menjadi pramugari di Sriwijaya Air dua tahun. Sebelumnya, dia bekerja sebagai pramugari di Lion air, selama hampir 5 tahun. Padahal, kuliahnya di Telkom.
"Memang dia kalau cari kerjaan begitu. Dia memang senang dengan dunia penerbangan. Sebenarnya latar belakang pendidikan dia, di Telkom, di lulusan Telkom Bandung tahun 2012. Dia pernah di Telkom juga," tambahnya.
Satu hal yang diingat Sinaga terhadap putri pertamanya itu, adalah karakternya yang periang, cerdas, dan sangat tegas.
"Saya berharap cepet ketemu. Dengan petugas Basarnas dan pihak terkait, saya percayakan. Mudah-mudahan mereka bisa menemukan anak saya. Bisa ketemu fisiknya, dalam keadaan apapun, saya siap menerima. Saya ikhlas," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.